Skip to main content
Universitas Sumatera Utara Kukuhkan 3 Guru Besar
Universitas Sumatera Utara Kukuhkan 3 Guru Besar

Universitas Sumatera Utara Kukuhkan 3 Guru Besar

Sumatera Utara,TuntasOnline.Com -  Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi berharap besar agar dunia pendidikan semakin maju, terlebih dengan bertambahnya Guru Besar tetap di Universitas Sumatera Utara (USU). Bukan hanya di kalangan universitas, tetapi juga pendidikan secara keseluruhan.

Hari ini, USU mengukuhkan tiga Guru Besar Tetap baru dari Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran,  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Sehingga saat ini total USU memiliki 177 Guru Besar, yang siap berkontribusi untuk dunia pendidikan dan mengabdi ditengah-tengah masyarakat hususnya di Sumut.

“Dalam tahun ini Sumut dua kali mengukuhkan Guru Besar, jadi total ada tujuh Guru Besar Tetap baru. Kita tentu berharap dunia pendidikan Sumut semakin maju dan semakin baik,” harap Gubernur Edy Rahmayadi usai pengukuhan Guru Besar USU di Auditorium USU, Jalan Dr Mansyur Medan, Sumatera Utara, Kamis (12/5).

Pada bulan Februari lalu USU telah mengukuhkan empat Guru Besar tetap, yaitu dua dari Fakultas Ilmu Budaya dan  dua dari Fakultas Kedokteran. Sedangkan pada kali ini, Guru Besar yang dikukuhkan atas nama Prof Nurlisa Ginting MSc PhD IPM dari Fakultas Teknik, Prof Dr dr Noni Novisari Soeroso, MKed(Paru)  Sp P(K) dari Fakultas Kedokteran dan Prof Rikson Asman Fertiles Siburian SSi MSi PhD dari Fakultas MIPA.

Ketiga Guru Besar yang dikukuhkan memiliki segudang prestasi yang membanggakan, baik di dunia akademik maupun di tengah-tengah masyarakat.

Karena itu, Edy Rahmayadi meminta kepada para Guru Besar untuk terus berkontribusi menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat dan juga dunia pendidikan, "ungkapnya

Medan Kini Memiliki Ahli Tata Kota Wisata Dengan Pengukuhan Prof Ir Nurlisa Ginting  Ph.D Sebagai Guru Besar Arsitektur USU

Akademisi USU Roy Fachraby Ginting SH M.Kn menyatakan bahwa saat ini Kota Medan sudah memiliki seorang pakar Tata Kota Dengan spesialisasi Arsitektur dengan di kukuhkannya Prof Ir Nurlisa Ginting M.Sc, Ph.D Sebagai Guru Besar Tetap Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. 

Di katakan Roy Fachraby Ginting, Universitas Sumatera Utara (USU) kembali resmi mengukuhkan tiga Guru Besar tetap USU. Acara pengukuhan tersebut diselenggarakan di auditorium USU pada Kamis, (12/05/2022). 

Ketiga guru besar yang dikukuhkan itu kata Roy Fachraby, terdiri dari Prof. Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D., IPM, dari Fakultas Teknik USU, Prof. Dr. dr. Noni Novisari Soeroso, M.Ked(paru)., Sp.P(K). dari Fakultas Kedokteran, dan Prof Rikson Asman Fertiles Siburian, S.Si., M.Si., Ph.D. dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Dalam kesempatan tersebut, Roy Fachraby memberikan apresiasi kepada Rektor USU Dr. Muryanto Amin, S.Sos., M.Si., yang saat ini telah berhasil mengantarkan USU untuk memiliki 178 orang Guru Besar dan di harapkan Rektor akan terus berkomitmen untuk terus menambah jumlah Guru Besar tersebut dalam memberikan dampak positif bagi pembangunan negara Indonesia semakin kuat dan tentunya pembangunan kota Medan yang lebih baik untuk masa depan, ujar Roy Fachraby Ginting SH M.Kn yang juga dosen dan staff pengajar Hukum Bisnis di Fakultas Ekonomi dan Bisnis USU ini.

Dikatakan Roy Fachraby, 
Peningkatan jumlah Guru Besar memberikan pengaruh signifikan terhadap kualitas Tri Darma PT sekaligus berkontribusi memberikan solusi dari berbagai masalah yang terjadi di tengah masyarakat yang tentunya semakin kompleks kedepan katanya.

Menurut Roy Fachraby, pengukuhan Guru Besar yang kedua kalinya pada masa kepemimpinan Rektor Muryanto Amin ini yang tentunya sangat membanggakan bagi USU. Hal itu dikarenakan kontribusi serta dedikasi yang diberikan oleh Guru Besar tersebut pasti akan memberikan dampak positif terutama pada terpenuhinya indikator penilaian pemeringkatan yang telah diraih USU dalam tingkat internasional, kata Roy Fachraby Ginting yang banyak mengapresiasi isi pidato Rektor dalam acara pengukuhan itu.

Dikatakan Roy Fachraby yang juga dosen dan staff pengajar Ilmu Filsafat Kedokteran Gigi USU ini, kontribusi pemikiran akademik seperti publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi dan inovasi yang terus menerus, sangat diharapkan dari Guru Besar. Dampak positifnya bisa dirasakan seperti terpenuhinya beberapa indikator penilaian dalam pemeringkatan internasional yang telah diraih oleh Universitas Sumatera Utara, katanya.

Menurut Roy Fachraby,  Salah satu indikator dalam penilaian pemeringkatan internasional adalah academic reputation atau reputasi akademik melalui publikasi ilmiah dan sitasi serta inovasi yang berkaitan dengan SDG's. 

Oleh karena itu, kata Roy, bahwa apa yang di katakan Rektor Dr Muryanto Amin tentang 
Indikator yang dihasilkan oleh dosen dan mahasiswa Universitas Sumatera Utara harus dapat mengurangi permasalahan yang terjadi di masyarakat dan untuk itu, Guru Besar yang telah dilantik memiliki peranan penting sebagai leader dan role model untuk memperkuat basis riset dan inovasi yang tiada henti haruslah menjadi perhatian para Guru besar USU kedepan, katanya.

Roy Fachraby juga menyampaikan apresiasi dan sekaligus mengutip pidato pengukuhan salah satu guru besar yang dikukuhkan, Prof. Ir. Nurlisa Ginting, M.Sc., Ph.D., IPM yang menyampaikan judul pidato tentang “Identitas Tempat sebagai Pendekatan Pariwisata Berkelanjutan”. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa besarnya daya dukung kota dalam mendorong sektor pariwisata harus mempertimbangkan keberlanjutan lingkungan ekonomi, sosial, budaya, dan tata kelola.

“Besarnya daya dukung kota dalam mendorong sektor pariwisata dan pariwisata haruslah mempertimbangkan dengan cermat keberlanjutan lingkungan ekonomi sosial budaya dan tata kelola,” ucap Prof Nurlisa.

Menurutnya, kota-kota di dunia yang menjadi magnet pariwisata selalu memiliki nilai historis dan cultural yang tangible dan intangible. Hal tersebut menjadi kekhasan sebuah tujuan wisata. 

“London, Barcelona, Singapore, merupakan tujuan wisata dengan tempat yang khas. Kekhasan ini terpancar dari fisik kota seperti tipologi bangunan, jaringan jalan, lingkungan, ruang terbuka publik, dan selebihnya, yang menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk mengunjungi tempat.. Kekhasan ini merupakan wujud nyata dari place identity,” Pidato ini tentunya sangat bermanfaat untuk masukan dan konsep  pembangunan tata kota Medan kedepan sebagai kota wisata kelas dunia untuk masa depan pungkas Roy Fachraby Ginting.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size