Skip to main content
Sempat Diterpa Isu Pungli Ternyata Warga Kapal Merah  Sumbangkan Dana Bantuan Secara Inisiatif
Sempat Diterpa Isu Pungli Ternyata Warga Kapal Merah  Sumbangkan Dana Bantuan Secara Inisiatif

Sempat Diterpa Isu Pungli, Ternyata Warga Kapal Merah Sumbangkan Dana Bantuan Secara Inisiatif

BATUBARA,Tuntasonline.com - Warga Desa Kapal Merah Kecamatan Nibung Hangus, Kabupaten Batubata, terima BLT DD sekaligus 6 bulan dengan besaran Rp. 1.800.000 per KK. Kemudian dimanfaatkan dengan berinfaq seikhlasnya guna memperbaiki  jalan yang rusak dan berlobang.

Suherdi (35) warga Desa Kapal Merah mengatakan, sebagaian yang diterimanya dari bantuan BLT DD disumbangkan secara sukarelawan untuk perbaikan jalan yang sudah rusak, Kamis (23/9/2021)

"Kami aja yg dapat BLT ini menginfakkan sebagian rezeki ini tidak ada masalah, besarannya pun berpariasi, injkan untuk kebaikan bersama,"ucapnya.

Suherdi menilai, sebelumnya ada yang meributkan tentang permasalahan yang kayanya pengutipan, itu tidak betul, mungkin saja orang itu tidak ingin Desa ini menjadi lebih bagus dan mandiri, ungkapnya

Senada, Indra (35) penerima BLT warga Dusun IX, Senin, (27/9) mengatakan, dirinya tidak terima terkait sebuah pemberitaan yang mengatakan dirinya menyebutkan adanya pungli dari BLT DD Desa Kapal Merah.

" Saya tidak terimalah pak, kalau bahasa pungli itu tidak, sama sekali bukan. Itu adalah bantuan seikhlasnya dari saya untuk memperbaiki jalan rusak, dan saya ikhlas memberikan bantuannya," kata Indra 

Sebelumnya pada penyaluran BLT DD Tahun 2021, Kades Kapal Merah Pindawaty dengan disaksikan Pendamping Desa, BPD, LPM, dan Tokoh Masyarakat menywbutkan bahwa, penyaluran BLT ini sekaligus hingga 6 Bulan lamanya.

Terhitung bulan April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September sebanyak 72 KK penerima manfaat dengan besaran Rp. 300.000 perbulan, dengan rincihan bantuan per KK Rp.300.000x6 Bulan dengan total keseluruhan Rp.1.800.000 setiap keluarga penerima manfaat (KPM).

"Semoga bermanfaat bagi warga yang menerimanya, dan bisa meringankan beban ekonomi di masa pandemi Covid-19," harap Kades.

Mengenai pemberitaan kutipan dari BLT DD Desa Kapal Merah, Kades Pindawaty menegaskan bahwa bantuan BLT DD yang disalurkan tidak ada potongan sama sekali, bahkan ia tegaskan pula terhadap perangkat desa bersama warga eneeima bantuan bahwa bantuan tidak boleh dipotong sedikitpun.

"Bantuan ini tidak ada potongan sedikit pun, tapi jikalau berinisiatif ingin memberikan infaq terhadap keberlangsungan Desa khususnya pembangunan jalan ya silahkan saja, tapi tolong jangan dilibatkan bahwa hal tersebut Perangkat Desa yang membuat perintah," tegas Kades.

Infaq tersebut dinyatakan Kades pula berdasarkan keikhlasan warga yang ingin menginfakkan sebahagian hartanya, baik itu dari hasil penjualan warga maupun uang bantuan yang diterima.

"Kalau memang dari bapak-ibu ada yang tidak ikhlas atau ada keperluan yang lebih penting tidak usah diberikan, karena ditakutkan akan ada orang yang ketiga yang mempelintir mempersalahkan dikemudian hari," cibir Kades Pindawaty.

Berkaca pengalaman beberapa bulan lalu, bahwasanya atas tanda tangan dari 25 orang yang mengatasnamakan masyarakat yang tidak suka Kepemimpinan Kepala Desa saat ini yang menyebabkan lambannya serapan anggaran Dana Desa yang berakibat terhambatnya penyaluran BLD DD tahun 2021.

Sementara itu, berdasarkan penelusuran wartawan Senin sore (27/09) dari beberapa pihak, baik penerima bantuan, Kadus beserta Kades Kapal Merah bahwa infaq tersebut partisipasi warga yang prihatin dengan jalan rusak.

"Infaq ini adalah partisipasi warga atas keikhlasan masing-masing yang disertai hitam diatas putih, kiranya tidak ada persoalan dari luar dikemudian hari," ungkap salah seorang Kadus.

Sebelumnya masyarakat setempat mempercayakan uang infaq partisipasi warga ini kepada salah seorang Kadus untuk dihimpun menjadi bahan matrial bangunan.

Tidak hanya warga penerima bantuan BLT, infaq ini juga diikuti warga lainnya yang mempunyai lahan sawit, kemudian menginfakkan sebahagian rezkinya dengan nominal Rp. 20 (dua puluh rupiah) per kilogram dari hasil penjualan.

Terpisah salah seorang tokeh sawit Samsuri (47) saat dikonfirmasi menepis tudingan yang menyebutkan seorang Kadus mengutip sejumlah uang kepada warga.

"Tuduhan terhadap Kadus itu salah, yang memotong dua puluh rupiah (Rp. 20) per kilogram ini kami 2 orang tokeh sawit, dan setelah terkumpul dengan sejumlah nominal uang, kami belanjakan matrial bangunan kemudian kami serahkan Kepada Kadus IX Lek Anto yang dipercayakan menghimpun warga untuk gotong royong," sebut Samsuri 

Samsuri menyebutkan pula bahwa Kadus Lek Anto ini tidak mengharapkan diberi imbalan finansial untuk menghimpun infaq tersebut, dan partisipasinya bersama warga untuk bergotong royong perbaikan jalan. (Zfn/TO).

Facebook comments

Adsense Google Auto Size