Skip to main content
Menuju Indonesia Emas 2045 Ini Harapan Walkot Medan Bagi Generasi Muda
Menuju Indonesia Emas 2045 Ini Harapan Walkot Medan Bagi Generasi Muda

Menuju Indonesia Emas 2045, Ini Harapan Walkot Medan Bagi Generasi Muda

Sumatera Utara,TuntasOnline.com - 
Sebagai pembicara dalam Leadership Training BEM Nusantara dengan mengusung tema "Grand Design" mempersiapkan Pimpinan Muda 2024 Menuju Indonesia Emas 2045 di Wisma Benteng Medan, Kamis (3/3), 

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, ketua suatu organisasi harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dan sangat luar biasa. Terkhusus, bagaimana untuk mencapai Indonesia Emas 2045, tepat 100 tahun Indonesia Merdeka.

Di tahun 2045 yang akan datang, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapau 300 jutaan lebih dan 70 persen di antaranya merupakan usia produktif. Tentunya usia produktif ini nantinya yang akan menggerakkan seluruh sektor baik ekonomi, politik maupun sektor lainnya di Indonesia, termasuk para mahasiswa yang hadir dalam kegiatan Leadership Training BEM Nusantara ini, tandasnya.

"Yang pertama sekali harus kita capai menuju Indonesia Emas 2045 yaitu bagaimana terwujudnya persatuan dan kesatuan sehingga menjadi landasan dasar kitab untuk mewujudkannya. Ini bisa dimulai dari pemimpin-pemimpin yang ada di setiap daerah. Untuk itu pemimpin yang dipilih harus memiliki rasa nasionalisme. Sebab, dasar utamanya adalah nasionalisme sehingga kita memiliki pemahaman yang sama," tambah Bobby Nasution.

Saat ini, ungkapnya, ada yang coba-coba membuat kesan seolah-olah nasionalisme ini jauh dari agama dan rasa nasionalisme seakan bertolak belakang dengan ketaatan kepada Tuhan. "Ini yang pertama sekali menjadi ancaman bagi kita semua. Justru semakin kita taat kepada Tuhan, tentunya rasa nasionalisme kita semakin baik lagi," ungkapnya.

Oleh karenanya dalam seminar yang turut dihadiri Ketua Koordinator Pusat BEM Nusantara Dimas Prayoga, Koordinator Daerah BEM Nusantara Sumut Yusuf Elfa Sagala, Ketua DPD KNPI Sumut Samsir Pohan, Kadis Pendidikan Kota Medan Laksamana Putra Siregar serta perwakilan mahasiwa, Bobby Nasution selanjutnya berharap dalam seminar ini perlu disampaikan bagaimana kepemimpinan itu harus memiliki rasa nasionalisme yang tinggi serta pengetahuan dan leadership yang dibentuk untuk melayani bukan dilayani. Untuk itu setiap pemimpin di organisasi apa pun, ungkapnya, harus siap untuk melayani.

Selanjutnya, Bobby Nasution mengajak untuk menjadikan peritiwa yang terjadi saat ini menjadi pembelajaran, termasuk bencana yang terjadi sekaligus mengambil dari sisi positifnya. Seperti kasus Covid-19 yang telah berlangsung selama dua tahun ini, jelasnya, banyak yang bisa dijadikan pembelajaran.

"Namun yang paling penting lagi, bagaimana masyarakat Indonesia tidak hanya sebagai pengguna aplikasi saja tetapi dapat menjadikannya sebagai potensi ekonomi sehingga terwujudnya ekonomi lebih maju lagi ke depan, ""pungkas menantu Presiden RI Joko Widodo ini.(wan/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size