Skip to main content
Tindak Lanjut Laporan Penganiayaan Anak di Polresta Deli Serdang Dipertanyakan
Tindak Lanjut Laporan Penganiayaan Anak di Polresta Deli Serdang Dipertanyakan

Tindak Lanjut Laporan Penganiayaan Anak di Polresta Deli Serdang Dipertanyakan

Deli serdang, tuntasonline.com - Tindak lanjut laporan dugaan penganiayaan anak di bawah umur di Polresta Deli Serdang dipertanyakan pasalnya empat bulan lamanya belum ada kejelasan.

Sungguh malang nasib yang dialami seorang pelajar yang mendapat perlakuan yang tidak sewajarnya oleh seorang Pria berinisial AN (38) Warga Dusun ll Naga Timbul, Desa Naga Timbul Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang. 

Pelajar berusia 16 tahun Warga Tanjung Morawa Kabupaten Deliserdang mendapat bogem mentah alias tindak penganiyaan dari terduga pelaku AN pada, Rabu (1/12/2021) lalu. 

Peristiwa penganiayaan yang dialami Korban terjadi pada Rabu (1/12/2021) lalu, yang dimana pada saat itu Korban sedang duduk di warung, Dan saat itu pula datang Rauda untuk belanja di warung, melihat korban sedang duduk, Rauda langsung menuduh korban sebagai pencuri hewan ternak AN, Akibat perkataan rauda itu terjadi percekcokan antara korban dan rauda, mendengar percekcokan itu AN yang juga duduk di warung tersebut datang menghampiri Korban dan langsung memukul leher dan kepala korban secara bertubi-tubi sambil mengancam menembak kaki korban dengan menyebut ada tentara disini. 

Korban yang dipukuli oleh AN langsung pulang ke rumah untuk melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya. 

Mengetahui hal itu, orang tua korban Iwan (47) tak terima dan langsung membuat laporan ke Mapolresta Deli serdang dengan Nomor Laporan : LP/B/544/Xll/2021/SPKT/POLRESTA DELISERDANG/POLDA SUMUT tertanggal 13 Desember 2021.

Dijelaskan iwan "Karena pukulan itu anak saya dirumah muntah-muntah dan lehernya bengkak karena itulah kami segera melaporkan AN terduga pelaku penganiyaan dan membawa korban untuk divisum" terangnya. 

"Sebelum membuat laporan, Kami juga pernah dimediasi oleh Kepala Desa Naga timbul Elis Siregar yang juga kakak angkat dari terduga Pelaku AN yang berjanji di depan perangkat Desa akan memberi upah - upah kepada anak saya," ujarnya. 

Berselang beberapa hari kami pihak keluarga tetap menunggu janji dari Kepala desa untuk datang kerumah, Karena hal yang ditunggu pun tidak datang-datang, saya mencoba mendatangi Kepala desa untuk menanyakan soal mediasi beberapa waktu yang lalu, kaget bukan main saya saat Buk kades mengatakan ia akan bawa saksi tantangan.

"Kami besok sore datang kerumah bawa polisi Desa untuk saksi tantangan" Ucap Kepala Desa Naga timbul. 

"Mendengar itu saya sangat kaget, Kepala Desa yang seharusnya mengayomi warganya malah menindas warganya," ujar Iwan. 

"Karena tidak terima dengan perlakuan penganiayaan terhadap anak saya yang dilakukan AN dan sikap yang ditunjukkan oleh Kepala Desa Naga timbul, Maka itulah saya membuat pengaduan ke Mapolresta Deliserdang," Ungkapnya kepada awak media ini di kediamannya, Senin (4/4/2022) siang. 

Tapi, sudah 4 (empat) bulan lamanya kasus penganiayaan terhadap anak saya ini belum juga mendapatkan titik terang dari pihak Reskrim Mapolresta Deliserdang seakan mati suri. 

"Kami sudah membuat laporan ke Mapolresta Deliserdang pelaku juga sudah dipanggil oleh pihak penyidik tapi sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak kepolisian," Ujarnya. 

"Kami berharap kasus anak kami ini di buka selebar - lebarnya, Jika pelaku bersalah segera di hukum, Orang tua mana yang menerima anaknya di pukuli secara bertubi - tubi sampai leher anak saya bengkak tapi polisi diam saja," lanjutnya. 

Sementara disisi lain anak saya Awi dilaporkan juga ke Mapolresta Deliserdang dengan tuduhan pengancaman dengan surat laporan : LP/549/XII/2021/SU/RESTA DS tertanggal 15 Desember 2021.

"Lihat kami ini pak Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji, SIK MH kami Minta Keadilan se adil-adilnya atas tindak penganiayaan terhadap anak saya yang masih dibawah umur, tangkap terduga pelakunya pak," rintihnya sambil matanya berkaca - kaca minta keadilan.

Atas hal itu, awak media ini mengkomfirmasi Kasat Reskrim Polresta Deliserdang Kompol I Kadek Cahyadi, Selasa (5/4/2022) melalui via whatshapp, belum merespon pesan yang dilayangkan awak media padahal whatshapp Kasat Reskrim sedang online. (ET/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size