Skip to main content
Foto
Foto Pelajar Kinal Saat Mengerjakan Tugas di Tepi Sungai Kinal (Foto By Tomi Defantri)

Feature : Kaki Penumpas Belenggu Blank Spot

Desiran air sungai berpadu-padan bersama kicauan burung hingga hamparan cakrawala biru menguntai sebuah kisah di kala pagi di Bumi Se Ase Seijean tepatnya di Desa Lembah Jawi, Kecamatan Kinal, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu.

Elok ramah penduduknya, hijau hamparan alamnya, sejuk di mata, membekas di hati, terpatri di dalam jiwa. Dari sini bermula perjuangan yang tak lekang oleh waktu para generasi penerus kebanggaan Ibu Fatmawati.

Pemandangan yang agak berbeda akan dijumpai semasa pandemi Covid-19 di sini, di mana pelajar berbondong dan beramai-ramai berangkat menempuh perjalanan yang cukup jauh dari rumah, berjalan kaki mengayunkan tangan menuju tepi sungai kinal. Bukan untuk nongkrong ataupun rekreasi, perjalanan kali ini merupakan tujuan mulia menuntaskan tugas dan amanah sebagai seorang pelajar. 

Di Kecamatan Kinal ada 14 Desa yang belum mendapat fasilitas sinyal dan jaringan internet yang mumpuni. Untuk itu pelajar dari berbagai Desa harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki menuju tepi sungai kinal tepatnya di Desa Lembah Jawi. Pada titik ini belenggu blank spot sudah teratasi dengan jangkauan sinyal dan jaringan internet yang dirasa cukup untuk mereka mengerjakan tugasnya.

Selama pandemi bukan hanya para pejuang nafkah yang menjadi korban terdampak pandemi. Ada kurang lebih 100 pelajar yang ikut merasakan dampaknya karena harus memenuhi kewajiban belajar daring meski di dalam lingkaran belenggu blank spot. Untuk melepaskan diri dari belenggu ini mereka pun berbondong menempuh perjalanan dari tempatnya masing-masing dan mengisi tempat-tempat di sepanjang tepi Sungai Kinal.

Senyum sumringah hingga canda tawa menjadi penyejuk pemandangan, tak kenal hari mereka bersama merajut semangat meski di tengah pandemi demi asa dan cita-cita yang lebih baik di masa yang akan datang. Tumpuan harapan dan sejuta impian menjadi dorongan agar kelak dapat menjadi kebanggaan bagi keluarga kecil yang mereka cintai. 

Jalan di sepanjang pinggir sungai kinal pun menjadi tempat utama mereka setiap hari. Jam rutinitas mereka mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB. Beralaskan daun bahkan tas mereka pun duduk dan mengerjakan tugas bersama.

Berbicara Sekolah di Bengkulu, ada 2.063 Sekolah yang terdiri dari SD, SMP dan SMA dengan rincian 1.866 Sekolah Negeri dan 197 Sekolah Swasta sesuai lansiran pada laman Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Provinsi Bengkulu, khusus di Kinal ada satu SD, SMP dan SMA. Belum lagi, dikaji lebih dalam soal fasilitas tersedianya jaringan internet di seluruh penjuru Bengkulu. Data terbaru Blank spot di Bengkulu mencapai 93 Desa yang tersebar Bengkulu Selatan 1 Desa, Bengkulu Utara 10 Desa, Bengkulu Tengah 15 Desa, Lebong 10 Desa, Rejang Lebong 8 Desa, Seluma 8 Desa, Kaur 32 Desa, Mukomuko 7 Desa, serta Kepahiang 2 Desa. Ini pun menjadi pekerjaan serius Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Menyikapi ini, tugas serius menanti jajaran Pemerintahan dan stakeholder untuk mampu duduk bersama menuntaskan persoalan blank spot. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia harus menjadi patokan penting agar generasi pejuang belajar daring mampu menatap langit yang sama dengan fasilitas yang tak jauh berbeda.

Teruntuk kalian pejuang belajar daring, semangat pantang padam kalian menyandarkan kami dik. Bersyukur dari hal kecil itu penting, semangat kalian tetap bersemi meski dalam terpaan pandemi, semoga ridho yang maha kuasa menyertai kalian hingga waktunya kelak kalian menjadi penerus yang berguna bagi Bumi Rafflesia, tanah kelahiran kita tercinta ini.

Penulis : Repi Putra

Facebook comments

Adsense Google Auto Size