Skip to main content
Kondisi selokan disekitar Lapas Kelas II A Labuhan Ruku (foto : Zfn)
Kondisi selokan disekitar Lapas Kelas II A Labuhan Ruku (foto : Zfn)

Diduga Cemari Lingkungan, Limbah dari Lapas Kelas II A Labuhan Ruku Meresahkan Warga

BatuBara-Tuntasonline.com - Khairil Nawawi salah satu Pemuda Desa Pahang, Kecamatan Talawi menyayangkan Pimpinan Lapas Kelas II A Labuhan Ruku belum menangani permasalahan limbah yang mengalir ke lingkungan masyarakat.

Dirinya juga menilai permasalah limbah ini terkesan diabaikan untuk kesehatan masyarakat.

"Jangan di biarkan berlarut-larut, masyarakat disini sudah resah dengan bau busuk yang ditimbulkan limbah. Ini sangat mengancam kesehatan masyarakat," ungkap Nawawi kepada, Tuntasonline.com, Selasa (21/6/2022).

Ia mengatakan, ada beberapa dusun terkena imbas dari aliran limbah. Ia menilai kondisi air yang bercampur dengan limbah membuat jentik hingga parasit hidup tumbuh subur bersamaan dengan limbah tersebut.

"Ancaman kesehatan bagi warga semakin nyata ketika waktu penghujan, karena halaman warga tergenang air yang bercapur limbah," ungkap Nawawi yang juga Mahasiswa aktif UIN Sumatera Utara.

Sebagai agen of control, ujarnya, kami sudah berupaya agar permasalahan limbah ini segera selesai, dari menyurati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batu Bara Hingga menyurati Lapas.

"Ditahun 2021 kita sudah menyurati Dinas membidangi bahkan sudah dilakukan peninjauan tetapi sampai sekarang belum ada perubahan sama sekali. Kami sudah muak dengan rencana tanpa ada realisasi," tegas Nawawi dengan nada tinggi.

Untuk kepentingan masyarakat kita siap menjadi garda terdepan untuk menyampaikan aspirasi, tandas Nawawi yang juga Ketua Karang Taruna Desa Pahang.

Nawawi mengaku ia sudah pernah menerima berita verifikasi lapangan dari Dinas Lingkugan Hidup Kabupaten Batu Bara di Tahun 2021.

"Ada poin penting dari surat verifikasi itu, bahwa Lapas Kelas II Labuhan Ruku belum mempunyai Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL), kita berharap ini secepatnya diselesaikan," harapnya.

Dirinya juga akan menindaklanjuti hal ini ke legislatif untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait, tutupnya.

Kepala Lapas Kelas II A Labuhan Ruku saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp mengatakan, Lapas sendiri belum memilik IPAL dan ini sudah setiap tahun kita ajukan ke wilayah.

"Kita sudah ajukan setiap tahunnya ke wilayah, namun untuk realisasinya kami masih menunggu. Karena menyangkut anggaran yang berhak memutuskannya adalah Kementerian, Kami hanya usulan," terangnya dalam pesan.

Untuk kebersihan, katanya, Lapas bersama masyarakat setiap hari sabtu, minggu pertama atau kedua melakukan kegiatan Saberkat (Sabtu bersih bersama Masyarakat), dan dalam waktu dekat kita akan mengadakan kegiatan tersebut, dalihnya.(Zfn/TO).

 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size