Skip to main content
Pastikan Harga Obat Sesuai HET Polres Batu Bara Sidak Apotik dan RSUD
Pastikan Harga Obat Sesuai HET Polres Batu Bara Sidak Apotik dan RSUD

Pastikan Harga Obat Sesuai HET, Polres Batu Bara Sidak Apotik dan RSUD

BATUBARA, Tuntasonline.com - Menindak lanjuti Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/4826/2021 tentang Harga Eceran Tertinggi Obat Dalam Masa Pandemi Covid-19, Satres Narkoba Polres Baru Bara melakukan inspeksi mendadak ke Rumah Sakit Umum Batu Bara dan beberapa Apotik di Wilayah Hukum Polres Batu Bara.

Kasatres Narkoba melalui KBO Satres Narkoba AKP Yahman menerangkan, Kegiatan sidak tersebut guna mengatur harga obat di pasaran agar tidak merugikan masyarakat. Hal tersebut mengacu keputusan Menteri Kesehatan RI yang sudah menetapkan harga eceran tertinggi obat yang diyakini dapat menyembuhkan  Covid 19, Senin (26/7/2021)

"Dari hasil sidak yang kita lakukan dibeberapa Apotik yang berada di tanjung tiram yang dipimpin Kanit I Satres Narkoba Iptu Rudiansen Sipayung bersama anggota,  Tidak ditemukannya 11 item obat obatan tersebut," Terang Yahman

Dikatakan yaman, dari apotik yang disidak, pemilik apotik mengakui ketersediaan 11 obat tersebut tidak ada. Karena 11 item obat tersebut  jarang dicari orang sehingga tidak disediakan pihak apotik.

Sambung Yahman, Sidak juga dilakukan pada,Jum'at (23/7/2021) di Rumah Sakit Umum Batu Bara dan beberapa Apotik yang berada di Lima Puluh yang dipimpin langsung dipiKBO Satres Narkoba AKP Yahman dan Kanit 2 Satres Narkoba Iptu P. Tamba.

Ketika dilakukan koordinasi dengan David Firman Manurung sebagai Kepala Instalasi Farmasi di RSUD Batu Bara ternyata dari 11 jenis obat yang tercantum dalam surat Menkes hanya tersedia 4 jenis di RSUD Batu Bara.

Keempat jenis obat yang tersedia tersebut adalah FAVIPIRAVIR 200 mg Tablet Stock persedian sebanyak 121 tablet, REMDESIVIR 100 mg VIAL, OSELTAMIVIR 75 Mg Kapsul sebanyak 405 Kapsul, dan Azithromycin stock persedian 6370 tablet.

Dari informasi yang dihimpun, Kepala Instalasi Farmasi di RSUD David Firman mengatakan, Obat tersebut tidak bisa diperjual belikan kepada pasien umum. Obat tersebut hanya untuk pasien yang sudah  direkomendasi dari RSUD Batu Bara dan diperuntukan bagi pasien BPJS.

Dirinya menjelaskan bahwa pengadaan obat tersebut sesuai dengan permohonan pihak RSUD Batu Bara ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara. 

"Jadi berdasarkan sidak yang kita lakukan 11 obat yang disebutkan tidak tersedia di apotik. Hanya ada 4 jenis obat di Farmasi RSUD itupun khusus untuk pasien BPJS atas resep yang dikeluarkan dokter RSUD Batu Bara," Papar Yahman. (Zfn/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size