Skip to main content
Dugaan Investasi Bodong Berkedok Arisan Polisi Diminta Tangkap Pemegang Saham
Dugaan Investasi Bodong Berkedok Arisan Polisi Diminta Tangkap Pemegang Saham

Dugaan Investasi Bodong Berkedok Arisan, Polisi Diminta Tangkap Pemegang Saham

Sumatera Utara,Tuntasonline.com - Kepolisian Daerah Sumatera Utara dan Polrestabes Medan didesak untuk menangkap AS pemilik saham investasi (arisan) bodong yang telah menipu banyak korbannya hingga mencapai Rp20 miliar.

Pasalnya, sejak dilaporkan korbannya yang bernama Larasati Ririt Ardina warga Pasar 1, Tanjungsari, Asam Kumbang, pada 1 Oktober 2020 terlapor AS pemilik saham investasi bodong masih bebas berkeliaran.

Saat wartawan menanyakan perihal atas arisan bodong tersebut, Larasati mengatakan dirinya mengalami kerugian senilai Rp.125 juta karena menginvestasikan uangnya kepada AS untuk mengikuti bisnis saham.

"Namun seiring berjalannya waktu bisnis investasi yang dikelola AS ternyata bodong dan uang yang saya investasikan turut raib dibawa kabur," katanya, Jumat (28/5) malam.

Karena merasa ditipu dalam investasi bodong, Larasati mengungkapkan dirinya pun melaporkan kasusnya ke Polrestabes Medan berdasarkan nomor: STTP/2432/X/Yan2.5/2020/ SPKT Polrestabes Medan tanggal 1 Oktober 2020.bebernya.

"Nah, karena sudah saya laporkan ke Polrestabes Medan, AS bersama abangnya bernama BB pun menemui suami saya dan berjanji akan mengembalikan uang Rp125 juta yang telah di investasikan itu dengan cara mencicil," ungkapnya.

Lanjut Larasati menerangkan, selama proses pergantian uang investasi itu AS telah mencicil uang pengganti hanya Rp11 juta.

Ternyata saat ini diketahui, AS telah kabur, tidak ada itikad baiknya untuk mengembalikan sisa uang investasi teesebut

Larasati menambahkan, kasus investasi bodong yang dilakukan AS telah banyak memakan korban dan kasusnya telah dilaporkan ke polisi karena telah melarikan uang milik nasabah mencapai Rp20 miliar.

"Saya berharap kepada Polda Sumut dan Polrestabes Medan untuk secepatnya menangkap AS agar mempertanggungjawabkan perbuatannya, dikhawatirkan karena belum tertangkapnya AS malah timbul korban baru karena tergiur bisnis investasi bodong tersebut," Ujarnya.

Sementara itu berdasarkan informasi yang diperoleh di lapangan bahwa selain Larasati Ririt Ardina sudah ada beberapa korban investasi bodong AS yang telah melaporkan kasusnya ke pihak berwajib.

Berikut nama-nama  korban yang telah melaporkan kasus investasi bodong ke pihak kepolisian

1. Khairul
2. Agung Wira Waskito
3. Ahmad Zulfikar
4. Muklas
5. Rivan Panjol
6. Ody Bento
7. Asah
8. Arul.(RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size