Skip to main content
A
Foto Saat Helmi Hasan Bertemu Pihak Hotel Mercure Bengkulu Membahas Soal Kamar untuk Nakes Covid-19

Soal Kamar Mercure untuk Nakes Covid-19, Helmi Hasan 'PHP'

Kota Bengkulu, TuntasOnline.com - Walikota Bengkulu H Helmi Hasan pernah berencana menyiapkan 50 Kamar Hotel Mercure untuk tempat beristirahatnya Tenaga Medis yang menangani Covid-19, namun hal ini tidak terealisasi atau menjadi 'Harapan Palsu' belaka.

Dilansir dari Media News.Detik.com, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan memberikan perhatian khusus kepada para tenaga medis yang menangani pasien virus Corona. Helmi menyiapkan 50 kamar hotel bagi para tenaga medis untuk beristirahat usai menjalankan tugas menangani pasien Corona.


"Hotel ini kita pilih untuk kerja sama menjadi tempat isolasi tenaga medis kita yang selama ini telah berjuang di garda terdepan menangani COVID-19. Memang SOP-nya siapa pun tenaga medis yang telah melakukan pelayanan medis dan kemudian pasiennya itu positif COVID-19 maka dia harus diisolasi," terang Helmi kepada wartawan, Senin (13/4/2020).

Salah satu hotel di Bengkulu menjadi tempat isolasi tenaga medis dan tenaga kesehatan lainnya. Termasuk tenaga medis yang bertugas di RSUD M Yunus yang selama ini menangani pasien terkait Corona.

Pada awalnya para tenaga medis akan diisolasi di rumah mereka masing-masing. Namun, dengan pertimbangan, akhirnya dipilih para tenaga ditempatkan di hotel.

"Maka Pemkot mencarikan tempat karena mereka adalah pahlawan dan orang-orang yang berjasa kita carikan tempat terbaik dan ternyaman. Maka saya minta carikan hotel bintang 7, tapi ternyata di Bengkulu ini belum ada. Hotel yang paling bagus Hotel Mercure. Kita sudah ketemu dan komunikasi dengan GM-nya. Kita minta siapkan 50 kamar dulu," jelas Helmi.

Selama beristirahat di hotel, para tenaga medis akan mendapatkan sejumlah fasilitas. Hal itu agar tenaga medis tak merasa bosan selama di hotel.

"Tadi kita sudah lihat kamarnya bagus, bersih, dan ada view pemandangan dari jendela kamar. Di sana bisa melihat pemandangan perkotaan dari atas dan juga bisa melihat laut sehingga petugas medis yang nginap di sana selama 14 hari tidak akan bosan dan stres," ujar Helmi.

Menanggapi Pemberitaan Tersebut, Wartawan Media ini mencoba mengkonfirmasi ke GM Hotel Mercure Paulus mengatakan sepertinya kalau Positif Covid-19 yang tepat dirawat dirumah sakit, bukan di hotel karena Protokol WHO.

"Sepertinya kalau positif covid 19 yg tepat harus dirawat di Rumah Sakit pak bukan di hotel karena protokol WHO seperti itu. Terima kasih," kata Paulus melalui Pesan WhatsApp.

Ketika Ditanya Terkait penyewaan 50 Kamar, Paulus menyampaikan seharusnya hal ini bukan Komoditi Media disaat yang masalah Global Pandemic,

"Seharusnya hal ini bukan komoditi media disaat yang masalah global pandemic terima kasih," tutup Paulus.

Akan tetapi disisi lain Bagian Pemasaran Hotel Mercure Eko kepada Media ini mengatakan untuk penyewaan 50 Kamar belum jadi.

"Maaf pak blm jadi pak," kata Eko yang juga melalui pesan WhatsApp.

Tanya soal alasan kenapa Helmi Hasan tidak Jadi menyewa 50 Kamar, Eko menambahkan waduh kurang tau juga saya ya Pak. 

"Waduh kurang tau juga sya y pak,"tutup Eko.(**)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size