Skip to main content
rsonil Polsek Kaur Selatan dan Kades Cek Titik Api di Hutan Desa Cucupan
Personil Polsek Kaur Selatan dan Kades Cek Titik Api di Hutan Desa Cucupan

Personil Polsek Kaur Selatan dan Kades Cek Titik Api di Hutan Desa Cucupan

Kaur, Tuntasonline.com - Anggota Polsek Kaur Selatan beserta Kepala Desa Cucupan mengecek keberadaan titik Api yang menyala di Hutan Desa Cucupan (21/07).

Baca Juga :  Pelayanan Kesehatan, Petugas Puskesmas Berastagi Gunakan Baju Hamzat

Setelah dicek ke lokasi ternyata titik api yang menyala tersebut bukan masuk ke wilayah Desa Cucupan akan tetapi masuk wilayah Desa Tanjung Bunga,Polres Kaur Polda Bengkulu sudah mengingatkan kepa masyarakat Kaur untuk tidak membakar hutan saat membuka lahan, tetapi kenyataannya di lapangan masyarakat tetap saja membakar hutan yang menyebabkan polusi udara semakin buruk, untuk itu Polsek Kaur Selatan terus menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan.

Kapolres Kaur AKBP Puji Prayitno S.I.K MH melalui Kapolsek Kaur Selatan IPTU Surya R Purnama SH MH mengatakan "Benar tadi anggota kita mengecek adanya titik api yang menyala di kecamatan Tetap, akan tetapi saat anggota kita tiba di lokasi api nya sudah padam dan pemilik lahan sudah tidak ada di lokasi,".

"Sedangkan lahan yang sudah di bakar yaitu 1/4 hektar,dan lahan ini juga bekas perkebunan karet kalau informasi dari warga perkebunan itu akan di ganti dengan perkebunan cengkeh dan anggota kita mencoba mengkonfirmasi ke kepala desa untuk mendapatkan siapa pemilik perkebunan yang di bakar untuk di ingatkan agar tidak membuka lahan dengan di bakar," terang IPTU Surya R Purnama SH MH.

Kapolsek kembali mengingatkan masyarakat agar tidak membakar Hutan maupun lahan mengingat tegasnya hukum dalam bertindak. 

"Selain itu juga kami mengingatkan kepada warga agar tidak membakar hutan karna kalau tetap membakar hutan maka akan terjerat Hukum Pidana Pasal 78 ayat 3 dan Pasal 78 ayat 4 Undang-undang Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan dengan penjara paling lama 15 tahun dan denda 5 Milyar, Pasal 69 ayat 1 huruf a UUPPLH berbunyi "Setiap orang dilarang melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar" Pasal 108 UUPLH berbunyi "Setiap orang yang melakukan pembakaran lahan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 69 ayat (1) huruf h, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling sedikit Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah) dan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)," tuturnya.

Baca Juga :  HBA ke-60, Kejari Karo Ziarah ke Taman Makam Pahlawan

"Maka dari itu kami terus mengingatkan kepada masyarakat untuk tidak membakar hutan, karena hukuman nya sangat berat kalau tetap melakukan pembakaran hutan," tegas IPTU Surya R Purnama SH MH.(HZ)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size