Skip to main content
Dua Desa dan Delapan kelurahan di Rejang Lebong Dilanda Banjir
Dua Desa dan Delapan kelurahan di Rejang Lebong Dilanda Banjir

Dua Desa dan Delapan kelurahan di Rejang Lebong Dilanda Banjir

Rejang Lebong, TuntasOnline.Com - Curah hujan tinggi pada Kamis (23/04/2020) pagi di Kabupaten Rejang Lebong, menyebabkan beberapa kelurahan 
dan desa dilanda musibah banjir.

Parahnya, banjir kali ini tidak hanya menimpa satu desa atau kelurahan. Namun, menimpa 4 kecamatan yang ada 
di kabupaten ini. Yaitu, kecamatan Curup, kecamatan Curup Tengah, Curup Timur dan Curup Utara. Pasalnya, banjir kali ini, tidak hanya membuat satu aliran sungai yang meluap. Namun, lebih dari satu sungai ikut meluap, yaitu aliran sungai Air Duku dua titik dan aliran sungai Air 
Putih.

Panelusuran TuntasOnline di Lapangan, untuk kecamatan Curup, menimpa 3 kelurahan, yakni Kelurahan Jalan Baru, Pasar Tengah dan Talang Benih, 
kemudian untuk kecamatan Curup Tengah, menimpa kelurahan Kepala Siring, lalu kecamatan Curup Timur menimpa, desa Kesambe Lama, kelurahan Kesambe Baru, Sukaraja dan Karang Anyar. Untuk Curup Utara menimpa desa Batu Dewa dan kelurahan Dusun Curup.

Untuk kelurahan terparah terkena dampak Banjir ini adalah Kelurahan Jalan Baru, kelurahan Karang Anyar, kelurahan Kepala Siring dan Kelurahan Dusun Curup. Pasalnya, seluruh rumah yang mencapai ratusan rumah warga di tepi sungai terendam banjir. Bahkan, diperkirakan puluhan hektar sawah, di kelurahan Sukaraja dan desa Kesambe Lama juga ikut terendam banjir. Parahnya, lagi jika dirunut seluruh kelurahan yang dialiri 
sungai Air Putih, bisa lebih dari 8 kelurahan dan 2 desa yang terdampak banjir. Apalagi area persawahannya.

Selain itu, di keluran Dusun Curup, biasanya hanya satu aliran sungai yang meluap saat curah hujan tinggi, namun kali ini aliran Air Sabut yang melintasi sebelah kampus IAIN Curup juga ikut meluap. Lantaran tak dapat menampung derasnya banjir tersebut dan tersumbatnya gorong-gorong kecil yang berada di Jalan AK Ghani, menyebabkan air nya mengalir ke Jalanan diperkirakan hampir 1 Kilometer (km) Jalan AK Ghani Dusun Curup terendam banjir meskipun hanya beberap centimeter, namun airnya cukup deras mengalir di jalanan tersebut.


Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Rejang Lebong, M Budianto,ST,MT yang langsung terjun ke beberapa lokasi banjir, terutama di wilayah Kepala Siring, langsung berinisiatif membuka dapur umum, tepatnya di Masjid Jumhuriyah dengan tujuan membantu meringankan warga yang terdampak banjir.

"Saya belum dapat memastikan data pastinya, tapi diperkiran mencapai ratusan lebih rumah warga terdampak, dan beberapa kolam warga dan beberapa hektar sawah juga ikut tenggelam banjir," jelasnya.

Lanjutnya, bahkan curah hujan tinggi tersebut tidak hanya menyebabkan banjir. Namun, di beberapa wilayah juga ada yang longsor. Seperti, Jalan desa Kayu Manis - Air Dingin kecamatan Sindang Kelingi dan desa Suban Ayam, kecamatan Selupu Rejang. Pastinya, para petugas BPBD sudah dikerahkan semua ke semua titik banjir dan longsor.

Di hari yang sama, Fikri Thobari juga ikut terjun Langsung untuk membantu para korban banjir tersebut. Ketua DPD PAN RL ini, selain menyapa para korban dengan ramahnya, Fikri juga berbincang dengan para korban berkaitan dengan musibah banjir tersebut, baik berkenaan dengan 
keluhan, harapan dan sebagainya. Kurang lebih 500-an nasi bungkus yang ia berikan untuk sedikit meringankan beban yang tengah dialami masyarakat yang dilanda banjir.

"Banjir ini adalah musibah, pastinya para korban sangat terpukul dengan banjir ini. Apalagi, di tengah wabah Covid-19 ini. Jadi tidaklah salah menurut saya, jika kita yang memiliki sedikit kelebihan rezeki mau memberikan bantuan kepada mereka. Karena, saat ini mereka sangat butuh uluran tangan para dermawan," ujar Fikri salah satu Bacalon Bupati RL ini.

Salah satu Warga Kepala Siring, Leni (35) bercerita, baru kali ini banjirnya mencapai dada orang dewasa dan masuk ke dalam rumah, biasanya hanya sampai tumit orang dewasa. Kalau mulai puncak naikknya sekitar pukul 05.30 wib. Saat itu mereka sekeluarga masih terlelap tidur dan baru sadar saat air sudah menyentuhnya terbaring di atas ranjang kasur.

"Saat saya buka pintu dapur ternyata bagian tembok sudah ada yang jebol dan pintunya pun terlepas dan seluruh barang elektronik rusak dan ada beberapa barangnya ikut hanyut terbawa banjir," ceritanya.(Ade)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size