Skip to main content
Pemilihan Pengurus BUMDes Pulau Jambu Diduga Tidak Sesuai Aturan
Pemilihan Pengurus BUMDes Pulau Jambu Diduga Tidak Sesuai Aturan

Pemilihan Pengurus BUMDes Pulau Jambu Diduga Tidak Sesuai Aturan

Kampar, TuntasOnline.Com - Proses pemilihan pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Desa Pulau Jambu Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar  yang dilaksanakan pada Hari Jumat, 3 April 2020 di Kantor Desa diduga tidak sesuai aturan, pasalnya melenceng dari syarat yang sudah diedarkan Kepala Desa Pulau Jambu.

Masril selaku calon kadidat merasa dirugikan menduga proses pemilihan Bumdes ini sudah ada permainan 

"Saat waktu penjaringan tidak jelas panitia pemilihannya, siapa ketua pelaksana, dan itu tidak jelas, kita juga menyesali Waktu penjaringannya 3 Maret - 13 maret 2020 udah ada yang mencalon berdua dan kenapa tiba-tiba waktu penjaringannya di perpanjang tanpa ada musyawarah. Hal itu ada apa, Kita menginginkan transparansi terhadap pelaksanaan pemilihan ini, Karna Bumdes ini Bank nya desa, dan disini tempat perputaran uang, jadi kalau cara penjaringan sampai pemilihan pengurus sudah kayak ada permainan. Bagaimana transparansi, jujur, dan amanah," ucap Masril saat dijumpai Jumat, 10 April 2020.

Dan hal lainnya, "Waktu pelaksanaan voting pemilihan ada beberapa kadidat  yang tidak memiliki syarat yang sudah di edarkan, dan kenapa tetap diikut sertakan dalam pemilihan Bumdes. Dan jika ada perubahan syarat kenapa tidak ada musyawarah desa. Ini terkesan ada permainan," tambah Masril.


Selanjutnya, ditempat terpisah Kepala Desa Pulau Jambu,  Syafrudin saat dikonfirmasi dia menyuruh langsung aja ke Ketua BPD.


Ketika di konfirmasi Ketua BPD Pulau Jambu, Dodi menyampaikan bahwa proses pemilihan pengurus Bumdes sudah sesuai dengan aturan yang kita buat.

"Dan masalah syarat yang 13 item itu kita batalkan, dan BPD berkoordinasi dengan Kepala desa Pulau Jambu masalah syarat - syarat yang sudah di edarkan itu yang dinilai sangat berat, oleh karna itu BPD dan Kades duduk bersama agar syarat - syarat  yang telah diedarkan diganti dengan syarat - syarat yang di atur dalam Permendes No 14 Tahun 2015. Dan dari 6 calon cuma di pilih 3 ,dan dari 3 calon yang memiliki suara terbanyak sudah memenuhi syarat - syarat tersebut," ujar Dodi saat di konfirmasi di kantor desa Pulau Jambu.

Dan ketika ditanya awak media masalah Struktural panitia pemilihan pengurus Bumdes, Dodi membenarkan bahwa tidak ada SK dari kepala desa siapa ketua pelaksana/penyelengara pemilihan pengurus Bumdes.(Indra) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size