Skip to main content
Berstatus PDP Satu Warga Sidimpuan Diisolasi
Berstatus PDP Satu Warga Sidimpuan Diisolasi

Berstatus PDP, Satu Warga Sidimpuan Diisolasi

Padangsidimpuan, Tuntasonline.com - Walikota Irsan Efendi Nasution membenarkan Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (PP) Covid-19 Kota Padangsidimpuan telah menetapkan salah satu warga setempat sebagai Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

"Awalnya merupakan pelaku perjalanan, yang kemudian ditetapkan sebagai PDP Covid-19. Pasien tersebut kini diisolasi  di RSUD Kota Padangsidimpuan," ujar Walikota, dalam keterangan pers, Kamis (2/4/2020) malam, di posko Gugus Tugas PP Covid-19.

Dijelaskannya, dari 1.292 pelaku perjalanan berdasarkan hasil pendataan Gugus Tugas, pasien terdaftar di nomor urut 459. Pada 31 Maret, dari hasil observasi ditingkatkan statusnya menjadi Orang Dalam Pantauan (ODP) dan menjalani isolasi mandiri. Namun, dari hasil diagnosa dokter kemjdian ditetapkan menjadi PDP.

Terkait identitas sang pasien, Walikota Irsan belum bersedia membeberkan. Karena menurutnya saat ini pihaknya belum bisa memastikan apakah pasien tersebut positif atau tidak. Sebab, hasilnya masih harus dikirim ke Jakarta untuk uji laboratorium.

“Kami belum bisa pastikan, nanti setelah hasilnya keluar pasti kita sampaikan. Hingga saat ini PDP masih satu orang. Mari bersama-sama berdoa, semoga tidak ada warga kita yang positif virus Corona di Kota Padangsidimpuan,” pintanya.

Sedangkan untuk upaya lanjutan, sambung Irsan, Tim Gugus Tugas Padangsidimpuan akan melakukan tracking atau melacak orang yang pernah kontak dengan pasien, termasuk memeriksa anggota keluarganya.

Irsan juga memohon bantuan masyarakat dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Karena menurutnya, tanpa bantuan masyarakat percuma saja. Untuk itu diharapkan masyarakat tetap di rumah dan hanya keluar jika ada keperluan atau bersifat mendesak.

Kepada masyarakat, mohon bantuannya dalam menghambat penyebaran Covid-19, dengan cara membatasi pertemuan orang dengan strategi social distancing (jarak sosial) dan physical distancing (jarak fisik) demi menghindari kontak fisik secara langsung.

"Karena cara ini salah satu tindakan taktis, terintegrasi untuk memutus mata rantai Covid-19. Maka itu kami terus mengimbau warga agar selalu berlaku hidup bersih dan sehat," pungkas Walikota. (Rahmat)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size