Skip to main content
I
Ilustrasi. Ist

Oknum Polisi Diduga Lakukan Pungli

Tulang Bawang Barat, Tuntasonline.Com- Ternyata masih saja ada oknum yang melakukan diduga praktek pungutan liar alias (Pungli), kali ini praktek tersebut di duga dilakukan oleh oknum Polisi Lantas Polres Tulang Bawang Barat (Tubaba).

Berdasarkan informasi yang dirangkum dari beberapa sumber, yang memiliki truk dan usaha lapak mengaku ada oknum lantas yang mewajibkan mereka untuk merogoh kantong, mengeluarkan uang agar aman dari tangkapan oknum lantas.

Apa yang dilakukan oleh oknum Lantas Polres tubaba itu, membuat resah para supir truk sebab mereka(supir) wajib setiap bulan mengeluarkan uang Aman bagi mereka itu sebesar 100.000 sampai  200.000.

Uang Aman bulanan itu sangat dikeluhkan oleh masyarakat khusus nya para supir truk, beradasarkan keterngan beberapa sopir truk alasan oknum polisi lantas yang mewajibkan setoran itu karena, mobil truk tersebut sering bermuatan melebihi tonase atau kapasitas.

Praktek itu berlangsung hampir satu bulan belakangan ini, seperti yang di sampaikan oleh Sp (30), salah satu pengusaha kecil yang mempunyai kendaraan Dhump Truk asal kecamatan Tulang bawang udik. Mengaku  selama  mempunyai Mobil Truk dirinya belum pernah ada yang meminta uang bulanan seperti ini, namun semenjak adanya lantas di tubaba dirinya berserta beberapa sopir truk lainnya memberikan uang Aman bulanan.

"Saya langsung ngemel pada Anggota Satlantas Polres Tubaba. Bahkan uang Aman itu , merupakan sebuah kewajiban bagi setiap orang yng mempunyai mobil Truk yang bermuatan. Sebab, jika tidak melakukan hal itu, pekerjaan kami sebagai sopir truk terhambat, apa lagi saya aja mempunyai 5 mobil Truc kalau dia permobilnya seratus jadi lima mobil 500.000," bebernya.

Dia menjelaskan semua yang mempunyai usaha Mobil Truk yang bermuatan pasti melakukan hal itu, karena kami sadar kami yang salah membawa muatan melebihi batas, melintasi jalan yang bukan peruntukan truk besar dan sebagainya. Kalau tidak ngemel, pekerjaan tidak bisa lancar.

"Kalau semua polisi seperti itu, mau dapet apa lagi kami, pokoknya mas kami di resah kan oleh polisi lantas tubaba dan sangat di sayangkan ketika kami membela diri kalau surat surat kami lengkap tetapi ada saja kilah mereka pada kami. yang ini salah lah, yang itu lah dan pokonya gak ada kesempatan kami membela diri," tampaknya lagi.

Apa yahg dilakukan oleh oknum latas tersbsut telah menyalahi prosdur contoknya mereka menanyakan 
kirs, bukanya kalo kirs itukan dinas Perhubungan yang mesti ngurus nya.

Keluhan yang sama di sampaikan oleh 
Ir (45), warga Way sido mengatakan, setiap ngemel dirinya harus merogoh uang Rp 100.000 hingga Rp200.000.  Uang itu diambilkan dari ongkos jalan yang diberikan oleh bos.

"Saya ambilkan dari uang jalan untuk beli minyak kadang-kadang. Tapi kalau petugas meminta bayaran banyak, saya jadi apa yamg kami dapat dari tarikan kami," ujarnya.

Ir mengaku sebenarnya merasa salah telah melakukan ngemel tersebut. Namun, karena keadaan, dirinya terpaksa melakukan hal itu.

"Kami hanya sopir yang diperintah bos. Kalau perusahaan berada di dalam gang sempit dan harus melintasi jalan yang bukan peruntukannya, jalan satu-satunya ya ngemel itu. Kalau tidak begitu sulit karena tidak ada jalan lainnya," pungkasnya.

Ditemui secara terpisah kasat lantas Polres tubaba IPTU Suarjono Suryaningrat mengaku pihaknya telah mendengar Informasi, adanya oknum anggota polisi Dayamurni yang melakukan pungutan secara illegal tersbeut.

"Ya informasi itu sudah saya mendengar, bahkan sudah saya tanya dengan anggota polisi namun mereka tidak merasa kalau melakukan pungutan yang di maksud tersebut,"kata kasat saat di temui pada acara pelantikan Pokdar kamtibmas, selasa( 4/3).

Sehingga kata kasat pada saat ada penertiban dinas perhubungan pihaknya dengan senang hati melakukan penertiban dengan dinas perhubungan.

"Tanggapan setoran perbulan kalo selama saya disini belum ada. Itu yang saya bilang tadi ada oknum atau apa mereka tidak menyebutkan namanya, saya tau dari pihak polres mendatangi lapak itu ada dua kegiatan kita sosialisai jika kegiatan yang lain anggota datang kesana sepertinya tidak ada," ujarnya. (HR) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size