Skip to main content
Heri Supriyanto Dosen Politik Jurusan Ilmu Komunikasi
Dosen Politik Jurusan Ilmu Komunikasi UNIB Heri Supriyanto

Sikapi Isu, Gerakan Mahasiswa Harus Lebih Cerdas

Bengkulu, TuntasOnline.com - Heri Supriyanto Dosen Politik Jurusan Ilmu Komunikasi tegaskan seharusnya gerakan mahasiswa lebih cerdas dalam menanggulangi isu-isu yang sedang marak diperbincangkan seperti Omnibus Law, Senin (17/02/2020).

Dalam menghadapi beberapa isu politik yang saat ini sedang terdengar di pemerintah pusat, mahasiswa diharapkan dapat memilih isu yang tepat dan membuat konsep yang jelas untuk melakukan sebuah gerakan.


Melalui pertemuan yang dilakukan oleh Akademisi Ilmu Komunikasi Universitas Bengkulu, Heri Supriyanto MSi pasca kegiatan Dialog Publik yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kesejahteraan Sosial (Hima-KS) pihaknya menghimbau kepada seluruh mahasiswa agar selalu mengusung isu yang tepat, konstektual dengan wilayahnya, serta memubuat konsep yang sesuai dengan kondisi sosiologis.

Mengenai demo yang dilakukan oleh Mahasiswa Bengkulu Heri Supriyanto menegaskan, semestinya harus ditanggapi dengan cerdas dan kita jangan anti terhadap pergerakan mahasiswa. 

"Kita jangan anti terhadap demo dan pergerakan mahasiswa, tapi perlu kita liat dulu apa konsep dan bagaimana konteks demo tersebut terhadap kondisi lingkungan kita saat ini," kata Heri.


Mengenai demo-demo yang dilakukan juga seharusnya disesuaian dengan isu-isu lokal, sehingga demo itu ada ruh nya.  Termasuk isu Omnibus Law yang saat ini marak di Perbincangkan, dan semestinya kita wajib mengetahui isu itu yang disandingkan dengan permasalahan yang ada di Bengkulu.


"Jangan sampai kita hanya terbawa oleh suasana di pusat namun ternyata isu tersebut tidak sesuai dengan kondisi kita yang ada di dearah. Termasuk dalam pembahasan Omnibus Law, kita di daerah juga harus mampu melihat dan memilah apa yang harus kita lakukan bersama," lanjut Heri.

Dalam menyikapi Omnibus Law, Mahasiswa semestinya menggandeng akademisi khususnya dosen yang memahami. Sehingga ada kolaborasinya  pas dan berbobot, karena sudah melewati tahap pematangan isu-isu.

"Dalam menyikapi fenomena Omibus Law yang beredar saat ini, diharapkan mahasiswa melakukan kolaborasi dengan pihak akademisi seperti dosen maupun pakar lainnya. Sehingga kajian dan diskusi yang dilakukan untuk menentukan suatu sikap dan membuat gerakan tersebut memiliki bobot karena sudah melewati tahap pemikiran yang matang dan menyeluruh," tegasnya saat menjelaskan Omnibus Law yang masih marak diperbincangkan.


Kontribusi dosen, akademisi, dan pandangan para pakar lainnya itu merupakan suatu hal yang penting untuk membantu merancang dan mendesain sebuah konsep untuk disampaikan secara luas termasuk dalam pembahasan Omnibus Law tersebut agar melibatkan banyak pihak dulu dan tidak terburu-buru dalam melakukan sebuah gerakan.

Pihaknya berharap, agar para mahasiswa bisa membiasakan untuk melibatkan akademisi dan para pakar untuk bisa seiring sehingga bejalan dengan apa yang akan disampaikan dalam sebuah gerakan. 

Namun demikian bukan berarti mahasiswa harus terus sejalan dengan para akademisi tersebut, kiranya pandangan para akademisi tersebut bisa memperbaiki narasi dan redaksi yang salah sehingga tidak ada kesalahpahaman di masyarakat.

Kemudian, Sindra Abdul Yasier Ketua Umum Hima-KS UNIB menhgimbau bahwa mahasiswa itu harus berkomitmen untuk tetap menjaga kedamaian dan keamanan. Termasuk pada fenomena dan isu yang sedang dihadapi saat ini, mahasiswa kiranya bisa bersikap dewasa dalam bersikap sehingga bukan justru menjadi pihak yang memperkeruh suasana.

"Selama sedang dalam tahap pembahasan dan pengkajian Omnibus Law, mari kita seluruh mahasiswa agar ikut berpartisipasi positif dengan melakukan pengkajian dan diskusi serta tidak mudah terpengaruh oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Sebagai mahasiswa, kita harus mampu dewasa dalam berpikir dan menyikapi setiap fenomena yang ada serta jangan menunjukkan reaksi berlebihan yang bisa berujung pada anarkisme," tutup Sindra.(Mic)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size