Skip to main content
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menjelaskan terkait pemindahan RUTAN
Bupati Karo Terkelin Brahmana SH menjelaskan terkait pemindahan RUTAN

Over Kapasitas Disinyalir Picu Kericuhan Rutan Kabanjahe

KARO, TuntasOnline.Com - Pasca Kericuhan RUTAN kelas II B Kabanjahe, terungkap Warga Binaan Permasyrakatan (WBP) penghuni ruangan tahanan melebihi over kapasitas, beragam tanggapan dan isu beredar hingga berujung pemerintah daerah setempat dianggap terkesan acuh tak acuh kurang  perhatian dengan kondisi Kepadatan yang dihuni WBA akibat lokasi Lapas II B Kabanjahe tidak layak difungsikan dan seharusnya dipindahkan ketempat lokasi yang lebih luas untuk dibangun. 

"Apalagi seyogianya daya tampung  rutan Kabanjahe sebenarnya  145 orang, ternyata pasca kericuhan sesuai data dihuni oleh 410 WBP, terdiri dari 380 pria dan 30 wanita. Hal ini terkuak, bahwa lapas II B Kabanjahe sudah lama ditawarkan lahan seluas 6 ha oleh pemda Karo agar Ruang tahanan  Kabanjahe dipindahkan," ucap Bupati Karo Terkelin Brahmana SH disela-sela menghadiri  pesta perkawinan Marga Brahmana, Jumat (14/2/2020) di Jambur Lige Kabanjahe. 

"Betul, Pemda karo sudah menawarkan kala itu, agar Lapas II B Kabanjahe  dipindahkan saja, lokasinya di Desa  Dokan Kecamatan Merek, luas lahan ada sekitar 6 Ha, ini usaha pemda Karo untuk mengatasi over kapasitas," kata Terkelin Brahmana.

Alhasil, berhenti begitu saja pembicaraan dengan pihak lapas II B Kabanjahe, yang pemda tawarkan, tidak di respon dan digubris sebagai tindak lanjut, sehingga kala itu pihak pemda tidak dapat membahas lebih lanjut bersama DPRD Karo.

Nah, setelah insiden ini, baru pihak Kemenkumham kamis (13/2) datang  dan menemui saya (bupati ) bersama Ketua DPRD Karo Iriani Tarigan  untuk berdiskusi di ruang ketua DPRD Karo, dan hasil kesepakatan, Forkopimda akan berencana memberikan lahan baru, namun semua ini butuh proses dan kerjasama DPRD Karo, Dirjen Kemenkumham yang membidangi tersebut, agar tidak ada masalah dikemudian hari.

"Antisipasi ini sudah saya sampaikan disaat berdiskusi , agar pihak Kemenkumham yang membidangi tersebut, membuat surat dari atas ke pemda Karo, sesuai luas kebutuhan RUTAN yang dibutuhkan, baru pemda Karo akan   tindaklanjuti, sebab lahan yang 6 ha yang pernah kita tawarkan ini, sebenarnya rencana dulu mau di jadikan TPA (tempat pembuangan akhir) sampah, namun diperjalanan masyarakat setempat menolak lokasi ini dibangun TPA, sehingga pemda karo berencana menghibahkan ini untuk dibangun RUTAN yang baru," beber Bupati.

Kembali terkait  Warga binaan yang sudah dievakuasi keluar tanah Karo, mohon bersabar, sebab rutan kabanjahe akan direnovasi dulu, dan bagi keluarga WBA Juga harus kompak dan  mohon maaf  kondisi dan situasi Rutan masih tahap renovasi jadi mohon bersabar, jika sudah normal maka warga binaan akan ditarik kembali. 

Sebelumnya diberitakan, Peristiwa kericuhan disertai pembakaran dan perusakan oleh warga binaan yang terjadi pada Rabu (12/2) sekitar pukul 12.00 WIB. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.(RT/TO)

 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size