Skip to main content
Kasat Reskrim AKP Indramawan Kusuma Trisna
Kasat Reskrim AKP Indramawan Kusuma Trisna

Kasus Wina, Polisi Duga Leher Dijerat dan Ada Tindakan Asusila

Bengkulu, Tuntasonline.com - Tim Resort Kriminal (Reskrim) Kepolisian Resort (Polres) Bengkulu ungkap penyebab kematian jenazah Almarhumah Wina Mardiani, mahasiswi Universitas Bengkulu (UNIB) yang berasal dari Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko sebelum dikubur oleh terduga pelaku PR beberapa waktu lalu. 

Mahasiswi yang dilaporkan hilang. berhasil ditemukan oleh keluarganya. Di Rawa belakang Pondokan Reza dengan posisi tertelungkup, kaki terikat, kepala tertutup karung dan terkubur dengan terlapis semen yang sudah mengeras bahkan tembok beton. 

Saat diwawancarai, Selasa (10/12/19). Kasat Reskrim Polres Bengkulu AKP Indramawan Kusuma Trisna mengatakan, berdasarkan hasil visum dari tim ahli forensik korban meninggal dijerat dengan tali nilon sehingga menyebabkan tulang lidah korban patah.

“Saat menjalankan aksinya, korban ini dijerat lehernya dengan menggunakan tali nilon sehingga korban mengalami patah tulang lidah dan kehabisan oksigen,” ujar Indramawan.

Terkait dengan isu ketika korban ditemukan dalam keadaan tidak berbusana menurut Indramawan itu tidak benar .

“Ketika ditemukan korban masih menggunakan pakaian. Hanya saja bagian dari pakaian korban  ada yg tidak sesuai dengan letaknya ketika ditemukan”, jelas Indramawan.

Kemudian Indramawan menambahkan, “Kemungkinan juga ada tindakan kasus asusila yang dilakukan pelaku terhadap korban, tetapi belum bisa kita pastikan karena pelaku masih dalam pengejaran”.

Selain itu, untuk tanda-tanda kekerasan lain di tubuh korban tidak ada dan lokasi pembunuhannya juga masih simpang siur. Karena berdasarkan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) belum ditemukan indikasi dimana korban dibunuh oleh terduga pelaku.

“Masih simpang siur ya, karena di kos tempat tinggal korban sudah beberapa kali kita lakukan olah TKP. Kalau melihat kejadiannya tidak mungkin pada saat malam hari karena pada saat malam dan siang itu keadaan masih terbilang ramai. Sehingga kita belum bisa memastikan kejadian itu diluar atau di kamar korban. Kita masih terus melakukan penyelidikan lebih mendalam lagi,” kata Indramawan. 

Hingga saat ini, pihak Kepolisian masih terus mengumpulkan informasi guna melakukan pengejaran atas terduga pelaku pembunuhan tersebut. (Riadi, S).

Facebook comments

Adsense Google Auto Size