Skip to main content
Diskop UKM dan TNP2K Analisis Permasalahan Keterbatasan Pasar
Diskop UKM dan TNP2K Analisis Permasalahan Keterbatasan Pasar

Diskop UKM dan TNP2K Analisis Permasalahan Keterbatasan Pasar

Kota Bengkulu, TuntasOnline.com - Pemerintah Kota Bengkulu, melalui Dinas Koperasi dan UKM Go Online Serta Tim Nasional Percepatan Penanggulang Kemiskinan (TNP2K) mengumumkan Desiminasi Hasil Kegiatan Pelatihan dan menanggulangi masalah Keterbatasan Pasar, Selasa, (19/11/2019)

Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TMP2K) Adam Latif menjelaskan bahwa Timnya sudah 5 sampai 6 kali mengadakan kunjungan ke daerah, Fokusnya pada kebijakan Strategis UMKM.

"Kami sudah 5 sampai 6 kali mengadakan kunjungan ke-Daerah  dan Minggu kemarin, sebenarnya ada 2 ratas mengenai pemberdayaan UMKM hari Senin dipimpin oleh Pak Jokowi dan hari Kamis dipimpin oleh Pak Ma'ruf Jadi intinya sebenarnya sama. Jadi kalau kita melihat seperti itu permasalahan UMKM 30 tahun yang lalu dan hari ini tuh sama," jelasnya.

Adam juga menjelaskan bahwa "Pertanyaannya adalah Apakah pemerintah tidak melakukan apa-apa. Tidak juga, kalau kita melihat terutama program-program dari pemerintah pusat itu kita identifikasi ada 17 Kementerian yang terlibat di dalam pemberdayaan UKM kemudian dana yang digelontorkan tiap tahun itu puluhan sampai triliunan. Tapi kok kenapa pertanyaannya kemudian adalah permasalahan UKM tetap sama seperti dalam kesempatan ini kita TNP2K itu ingin berkontribusi mengatasi salah satu permasalahan yang selalu dicatat Baik itu di dalam literatur ataupun pada kenyataannya yaitu mengenai keterbatasan-keterbatasan pasar," ungkapnya.


Lanjutnya "Kalau kita lihat data pada tingkat nasional itu 75% UKM itu memasarkan produknya itu secara lokal. Jadi di mana nanti kita akan melihat memakai Online Bengkulu itu lebih bagus ternyata dibandingkan dengan tingkat nasional. Hal ini yang kemudian kita sangat antusias untuk melakukan failed. Jadi sebenarnya kita ada dua komparasi yang pertama memakai online digital di Bengkulu kemudian yang offline Kita juga melakukan kajian jadi nanti kita akan mix karena kesimpulan awal kita adalah ternyata online itu harus di suplemen oleh offline gitu ya. Kemudian yang kedua itu perlu membentuk satu forum-forum Komunikasi yang tidak hanya membicarakan masalah-masalah substansi saja apa kebutuhan UKM tapi juga saya dengar dari peserta pelatihan itu ada juga yang sudah mampu menyerap ilmunya untuk pemanfaatan teknologi yang sangat rendah Jadi kurang lebih seperti itu,".

Wakil Walikota Bengkulu mnyampaikan rasa bangganya dengan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Daerah tentang Angka kemiskinan. Dengan adanya kegiatan ini Kota Bengkulu bisa menjadi acuan dan kemajuan bagi Kota Bengkulu.

"Kegiatan sebelumnya apakah membawakan hasil. Kerjasama TNP2K dengan Pemerintah Kota Bengkulu maka ada produk yang sudah kita pastikan yaitu Go Online yaitu sistem penjualan produknya tidak lagi melalui konvensional akan tetapi melalu Online," ujar Dedy.

Beliau juga menambahkan "Terobosan baru inovasi baru putra daerah harus kita sosialisasikan kalo ada produk lokal kenapa harus makai yang lain. Seperti apapun sistem distribusinya kalo tidak terapkan kualitas produk akan percuma, maka dari itu harus mempunyai penampilan yang bagus berkualitas menarik yang pasti juga lebih murah,"(CW4)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size