Skip to main content
T
Suasana Press Release yang Digelar BNNP Bengkulu

BNNP Bengkulu Ungkap 2 Kasus Narkotika

Bengkulu, Tuntasonline.com - Tim Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bengkulu berhasil mengungkap 2 kasus terkait tindak pidana narkotika di kawasan Kota Bengkulu. 

Kasus pertama yaitu berdasarkan laporan dari masyarakat, pada hari Jum'at (30/8/19) sekira pukul 15:30 WIB. Tim Pemberantasan BNN berhasil mengamankan seorang laki-laki berinisial H yang sedang mengambil paket yang dikirim dari Pekanbaru di loket travel kasih ibu, Padang Jati, Kota Bengkulu. 

Saat dilakukan penggeledahan, Tim BNNP berhasil mengamankan sebuah kotak berwarna Oranye, yang di dalamnya berisikan 1 buah sepatu bekas warna hitam yang di dalamnya berisi 1 buah bungkusan plastik terbalut lakban coklat berisi narkotika golongan 1 dalam bentuk bukan tanaman diduga jenis sabu dengan berat bersih 240,30 g. 

Selain sabu, Tim Pemberantasan BNNP juga mengamankan 1 unit sepeda motor, 1 buah timbangan digital, 1 lembar kertas yang  bertulis catatan penjualan sabu dan 1 unit HP samsung lipat. 

Kemudian pada kasus kedua, Tim Pemberantasan BNNP mengamankan seorang pria berinisial R pada hari minggu (19/9/19) sekira pukul 12:50 WIB di Jalan Danau, Kota Bengkulu. Tersangka kedapatan membawa sabu dari Medan (Sumut) ke Bengkulu seberat 500 g, yang disimpan di dalam tas selempangnya. 

Setelah penangkapan R, di hari yang sama sekira pukul 13:00 WIB tim Pemberantasan BNNP juga mengamankan IB yang hendak menjemput R. Dari pemeriksaan IB, Tim BNNP berhasil. Mengamankan 1 paket narkotika jenis ganja. 

Selain sabu dan ganja, Tim BNNP juga mengamankan 4 unit HP dan 1 unit sepeda motor. 

Berdasarkan dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa tersangka dikendalikan oleh Narapidana Rutan Malabero yaitu Heriyanto alias Yanto Cassa. 

Terkait tindak pidana yang telah dilakukan, para tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) JO pasal 132 ayat (1) Sub Pasal 112 ayat (2) JO pasal 132 ayat (1) Lebih Sub Pasal 111 ayat (2) JO pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan Maksimal Hukuman Hukuman Mati atau Penjara Seumur Hidup. (Cw3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size