Skip to main content
E
Ekspos Kantor Imigrasi Kelas I Bengkulu

Langgar Administrasi Keimigrasian, 3 WNA Jepang Diamankan

Bengkulu, Tuntasonline.com - Kepala Kantor Imigrasi Bengkulu mengamankan tiga orang WNA yang melanggar Administrasif Keimigrasian. Pasalnya para WNA ini menggunakan Visa kunjungan singkat dan Visa On Arrival. Namun melakukan penelitian terhadap Kupu-kupu dan serangga di Desa Barumanis Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong. 

"Ketiganya datang dari jakarta, mendarat dilubuk linggau sebelumnya mengarah ke jambi, mungkin karena disana tidak terlalu baik mereka langsung putar arah ke Rejang Lebong," kata Kakanwil Imigrasi Bengkulu Ilham Djaya pada Kamis 11 April 2019. 

Ketiga WNA asal Jepang tersebut bernama Masahiko Yoshikawa (51), Kobayashi Mao (30), dan terakhir Mamoro Owada (71). Dari keterangannya mereka melakukan penelitian kepada sampel serangga Kupu-kupu dengan cara diawetkan yang akan dijadikan koleksi. 

Berdasarkan keterangan ketiga WNA Jepang tersebut, mereka tidak memiliki izin untuk melakukan penelitian serangga dan Kupu-kupu, melainkan menggunakan bebas Visa kunjungan singkat dan Visa On Arrival. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, pihak imigrasi mengamankan barang bukti yang digunakan untuk menangkap serangga kupu kupu. Salah satunya tabung plastik, alat penjepit, gunting, benang, cairan Amonia yang berfungsi sebagai mematikan dan mengawetkan serangga. 

Untuk barang bukti lainnya berupa serangga dan kupukupu telah dimusnahkan terlebih dahulu dengan cara dibakar sebelum diamankan oleh pihaknya. 

Menurut Ilham Djaya apabila ketiga WNA tersebut tidak memiliki unsur dan permasalahan lain, pihaknya akan melakukan tindakan  deportasi. Maka masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.


Pihak keimigrasian terus berkoordinasi dan tim palapa, BIN dan institusi terkait untuk membantu. 

Menurut ketiga WNA, mereka merupakan komunitas pecinta dan pengoleksi serangga di Jepang. Atas nama Kobayashi Mao dan Mamoru Owada yang telah berkeliling Asia Tenggara guna mengoleksi kupu-kupu dan Kumbang. 

Ketiga WNA tersebut telah melanggar pasal 122 huruf a Undang-Undang No. 6 tahun 2011 yang berbunyi 
"Setiap orang asing yang sengaja menyalahgunakan atau melakukan kegiatan yang tidak sesuai dengan maksud dan tujuan pemberian izin tinggal yang diberikan kepadanya."

Serta akan dikenakan tindakan administratif keimigrasian (TAK) berupa Pendeportasian disertai dengan penangkalan desuai dengan pasal 75 ayat 2 huruf f undang-undang No.6 tahun 2011 tentang keimigrasian.(Cw1)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size