Skip to main content
Foto Oknum ASN sedang Main Song,Gaple pada jam Kerja
Foto Oknum ASN sedang Main Song,Gaple pada jam Kerja

Diduga ASN Dinkes Provinsi Bengkulu Ancam Wartawan

Bengkulu,Tuntasonline.com - Sangat disayangkan Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungan Pemerintah Provinsi Bengkulu tepatnya di Dinas Kesehatan (Dinkes) bertindak berprilaku tidak menyenangkan diduga mengancam wartawan. Presitiwa itu terjadi pada Hari Senin (7/1), ketika Wartawan Media Online mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Intansi terkait.


Berikut Kronologis Awal mula permasalahan antara Oknum ASN Dinkes Provinsi Bengkulu dengan Wartawan Media Online Mahmud Yunus :

Untuk diketahui Pristiwa ini bermula ketika wartawan media Online Mahmud Yunus pada hari kamis tanggal 03 Januari 2019 mendatangi kantor Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu dan Mencoba mengkonfirmasi ke kepala Dinas intasi tersebut.

Namun, ketika sampai disana saya (Mahmud,red) langsung  menghubungi beliau, ternyata kadis sedang berada di luar. Selanjutnya, saya konfirmasi melalui pesan Whatsapp dengan kadis untuk menunggu dan saya langsung pergi kantin dibawah.

Saat itu, sekira pukul 14.45 Wib, saat jam kerja berlangsung, saya melihat belasan pegawai Dinkes sedang asyik bermain Gaplek, Song dan Catur ( ada tiga meja). Lalu saya membuat video berdurasi 13 detik terhadap aktifitas mereka yang sedang bermain disaat jam kerja. Setelah itu, video tersebut saya kirimkan ke Gubernur Bengkulu.

Sementara itu, pada Hari Senin, (7/1/2019) sekira pukul 16.00 Wib, Saya kembali datang Dinkes untuk menemui kadis guna melakukan wawancara konfirmasi terkait video tersebut. Saat berada diresepsionis, saya berkomunikasi dengan staf disana mengkonfirmasi untuk menemui kadis.

Selanjutnya, Salah satu staf tersebut langsung menanyakan siapa yang merekam terkait video yang beredar. 

"iya benar mbak, memang saya yang merekamnya video itu"

Tidak lama kemudian, para ASN turun dan langsung menghampiri saya dan dengan tidak sopan, bernada tinggi menanyakan prihal yang mengirimkan video tersebut.

"apa tujuan kamu videokan (main gaple, song dan catur) ASN di kantin itu? saya jawab tidak ada. karena sebagai kontrol sosial (wartawan) saya melihat para ASN sedang asik berkumpul dan bermain gap, song, catur disaat jam kerja,ujar mahmud.

Kemudian, satu persatu ASN  datang mendekati saya, merasa saya terancam, saya langsung pergi keparkiran bersama Wartawan Pedoman,tambah mahmud.

Lalu pada Saat diparkiran, saya kembali didatangi oleh beberapa ASN dan kembali menyudutkan saya terkait persoalan kiriman video tersebut. tidak lama kemudian saya pergi.

Selanjutnya, karena merasa terancam saya langsung menghubungi Anggota Media Online Bengkulu (AMBO) dan langsung menemui kadis dinkes untuk mengkonfirmasi perihal yang saya alami.

Menyikapi Hal Tersebut Ketua Organisasi AMBO Aurago Jaya mengatakan sudah sangat Jelas perlakukan Oknum ASN Dinkes tersebut melangar UU No 40 Tahun 1999 tentang pers dalam ketentuan pidana pasal 18 itu dikatakan setiap orang yang melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang dapat menghampat atau menghalangi ketentuan pasal 4 ayat 2 dan ayat 3 terkait penghalang-halangan upaya media untuk mencari dan mengolah informasi, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak 500 juta rupiah. Jadi ini ketentuan pidana yang diatur dlm undang-undang pers," ucap Aurego Jaya.(Retra)

Facebook comments

Berita Terkait

Adsense Google Auto Size