Skip to main content
Siption Muhady, Ist
Siption Muhady, Ist

Dugaan Pelanggaran Perpres oleh Dinas Pariwisata Tuai Kritikan Dewan Provinsi

Bengkulu, TuntasOnline.Com - Terkait pemberitaan sebelumnya, Dugaan pelanggaran Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa yang dilakukan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu tuai kritikan Anggota DPRD Provinsi Bengkulu, Siption Muhady.


Sebelumnya, dari data yang dihimpun TuntasOnline.Com dari sumber terpercaya, Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu diduga melanggar Perpres No 16 Tahun 2018, Konteks yang dilanggar oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu adalah Peraturan dari Pengadaan Barang dan Jasa melalui Tipe Pengadaan Langsung, Pemilihan Langsung dan Penunjukan Langsung yang melebihi dari Rp. 200.000.000,00. Namun berdasarkan data, hampir 14 paket pengadaan barang dan jasa yang dianggarkan Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu pada APBD Tahun Anggaran 2018 melebihi Rp. 200.000.000,00.


Menyikapi hal tersebut, Siption Muhady selaku Anggota DPRD Provinsi Bengkulu Komisi I pada Sabtu malam (15/09) menjelaskan bahwa kordinasi antara Kepala Dinas dan PPTK harus terjaga, karena sebuah regulasi atau aturan haruslah dijaga. 


"Tolong koordinasikan dulu sama kepala Dinasnya. Apa responnya memang PPTK setiap OPD harus memahami terlebih dahulu aturan-aturan, sebab aturan itulah sebagai acuan didalam melaksanakan kegiatan dalam pengelolaan keuangan negara, ataupun keuangan daerah" ujarnya.

 
Diakhir penjelasannya, Anggota DPRD Provinsi Dapil Bengkulu Utara dan Bengkulu Tengah ini meminta untuk ASN di Ruang Lingkup Pemerintahan Provinsi Bengkulu untuk tetap memperhatikan regulasi serta menyarankan agar tidak terjebak egoisme masing-masing. 


"Jangan terjebak oleh egoisme masing-masing. Kalau tidak mengikuti regulasi yang ada nanti tidak sahnya atau gugurlah sistem penujukan langsung itu. Sehingga dianggap merugikan keuangan daerah. Dan pihak pelaksanapun dirugikan akibatnya tidak dibayarkan keuangan kepada pihak ketiga karena menyalahi aturan" pungkasnya. (ReTra) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size