Skip to main content
Tampak Pengerjaan Tengah Berlangsung
Tampak Pengerjaan Tengah Berlangsung

Meski Tuai Kecaman, Pengerjaan Rigid Beton Masih Dilaksanakan

Tulang Bawang Barat, Tuntasonline.Com - Proyek rigit beton yang berada di jalan penghubung tiyuh penumangan- unit VI sarat dengan dugaan korupsi dikarenakan pengerjaan terus berlangsung tanpa adanya pembenahan walau sudah di kecam keras  oleh Wakil ketua 1 anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba),.

Hingga sampai sekarang belum ada pembenahan dari konteraktor di pembanguna rigit beton, sampai sepanjang kisaran panjang  nya 300 meter dan lebar nya 3 meter itu pun  pengerjan ya asal-asalan, bila terus dibiyarkan seperti itu tada pengawasan atou sangsi dari pihak-pihak yang terkait di hawatirkan belum seumur jagung jalain rigit beton itu di lewati akan cepat rusak.


Bisa kita lihat di lapisan awal/ pondasi nya yang ketebalan ya tidak rata dan diduga adukan semenya kurang sudah menujukan kertakan-keretakan tidak sampai disitu juga besi nya juga memakai besi sisa yang ukuran besi pun berbrda-beda,ada yang ukuran (10-) dan ada juga memakai besi  ukuran (12-).


Salah satu tukang pak Suhar saat di temui di lokasi saptu 08/09/2018. Di kompirmasi oleh rekan-rekan media  tentang belum ada pembenahan di perkerjan rigit beton tersebut masih terliat tetap saja takada perbaikan sedikitpun di lokasi sampai saat ini.


"Kami tetap berkerja seperti biasa apa yang di intukis oleh kepala tukang kami  itu yang kami kerjakan" ungkapnya


Pada berita sebelumnya, Wakil Ketua 1 Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Yantoni, mengecam keras terhadap salah satu Kontraktor yang mengerjakan Rigid Beton  yang menghubungkan Tiyuh Penumangan Baru - Unit VI yang hingga saat ini masih bermasalah dalam pengerjaanya. Jumat, (07/09/2018)


Yantoni menegaskan, dalam pelaksanaan yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan, seharusnya Kontraktor tersebut harus lebih Transparansi terhadap masyarakat, karena menurutnya masyarakat juga berhak tahu tentang kejelasan Proyek besar tersebut.


Dan juga, dirinya meminta kepada pihak rekanan yang mengerjakan Proyek Miliaran tersebut harus benar-benar dikerjakan semaksiamal mungkin tanpa adanya Pengurangan Volume seperti yang dilakukan mereka saat ini.


"Kemarin sudah kita ingatkan mereka itu, kita butuh Tranparansi, kita butuh Pekerjaan itu susai Bestek dan Plang nama itu harus dipasang dan mereka jangan banyak alasan, karena itu alasan konyol kalau bilang hilang atau baru buat, karena Mereka itu ada yang menjaga di sana," kata Yantoni.


Disinggung mengenai masalah adukan itu apakah sudah pakai K30 atau tidak, dirinya tidak menjamin apakah Lisensinya jelas dan siapa yang bertanggung jawab, bukannya mereka buat dilapangan, apa lagi itu nilai Proyeknya 6 Milyar.


Tidak hanya disitu, Yantoni juga mengatakan bahwa itu memang sudah kebiasaan mereka bahwa Provinsi itu menempatkan proyek-proyek di pedalaman yang dirasa kurang di awasi oleh lembaga dan masyarakat sehingga itu tempat untuk ajang Korupsi.


"Jadi kita khusus Tubaba meminta yang sebaik mungkin dalam pembangunan itu, bukan khusus tempat buang duit di situ, saya minta semua pekerjaan itu bisa di tanggung jawab baik secara moral ataupun secara Hukum baik itu dari Kontraktor ataupun Pemerintah," tegas Yantoni. 


Diberitakan sebelumnya, Pembangunan jalan Rigid Beton yang menghubungkan Tiyuh Penumangan - Unit VI Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) yang diketahui milik Provinsi Lampung disinyalir bermasalah. Pasalnya, kegiatan yang menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung yang diperuntukan pembuatan jalan tersebut tidak disertai dengan Plang nama kegiatan dan bahkan bangunan tersebut disinyalir Asal Jadi serta tidak sesuai dengan Bestek yang ada. Selasa, (04/09/2018).


Menurut informasi yang didapat dari salah satu tukang yang mengerjakan jalan Rigid Beton tersebut mengatakan, bangunan Rigid tersebut tingginya 50 CM dengan lapisan pertama (Subbase or base) setinggi 10 CM dan Lapisan kedua (Dowel Bars) setinggi 40 CM.


"Kalau tinggi nya itu kami disuruh 10 CM kemudian yang atasnya 40 Cm,". Ucap salah satu tukang yang menger. (Ef/Herwan)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size