Skip to main content
Papan Informasi Proyek RSMY
Papan Informasi Proyek RSMY

Disinyalir Lahan KKN, LSM Tidak Diizinkan Pantau Proyek RSMY

Bengkulu, TuntasOnline.Com - Adanya Pekerjaan Paket Proyek pengadaan gedung instalasi Rawat Inap (IRNA) Rumah Sakit Umum M Yunus senilai 57 Milyar disinyalir Lahan KKN, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) tidak diijinkan memantau Proyek, Rabu (15/8).

Dikutip dari media online Intersisinews.com,
Agus Kisut ketua Forum LSM dan Pers Provinsi Bengkulu yang merasa dilecehkan sebab tidak di ijinkan untuk melakukan pemantauan dan mengambil gambar terkait proyek yang sedang dilaksanakan di RSMY pada selasa (14/8).

“Saya merasa di lecehkan sebab tidak diijinkan sekurity untuk masuk ke lokasi proyek untuk melakukan pemantauan karena harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari direktur RSMY, sementara itu sudah kita tunggu-tunggu belum juga ada ijin dari security” ujarnya.

Tampak

Tertutupnya pekerjaan proyek tersebut dinilai Agus Kisut rawan akan penyimpangan ” kalau pekerjaan dilakukan tertutup dan tidak di ijinkannya LSM untuk memantau ini rawan penyimpangan sebab kurangpengawasan yang bersifat independent” ujarnya Sementara itu terpisah direktur RSMY dr. Zulki Maulub  di konfirmasi pewarta kami melalui via whataap belum memberikan keterangan.

Sebelumnya pemenang paket pengadaan gedung IRNA RSMY  diduga tidak memenuhi persyaratan lelang sebagaimana Menurut Rori J Armijaya juru bicara FPT Bengkulu kepada media intersisinews.com, kami menduga untuk PT. Trikencana terdapat kekurangan persyaratan, sehingga aneh jika di tetapkan sebagai pemenang lelang. “Kami menduga untuk PT Trikencana ada pelanggaran dokumen aturan lelang, diantaranya, apabila peserta lelang tidak memiliki peralatan bisa menyewa dan memiliki surat dukungan kelayakan operasi, nah untuk PT.

Trikencana ada peralatan yang tidak ada surat sewa menyewadan surat layak operasi, selain itu untuk tenaga ahli di persyaratan wajib hadir di pembuktian, tetapi untuk trikencana ada tenaga ahli yang tidak hadir di pembuktian, jadi aneh jika ditetapkan sebagai pemenang lelang” ujarnya.(ReTra)

Tags

Facebook comments

Adsense Google Auto Size