Skip to main content
Kakanwil kemenag Provinsi Bengkulu H.Bustasar
Kakanwil kemenag Provinsi Bengkulu H.Bustasar

Polda Akan Segera SP3,Kasus Dugaan Pungli Kemenag

Bengkulu, Tuntasonline.com – Dugaan Pungutan Liar (Pungli) Kanwil Kemenag Provinsi Bengkulu yang dilaporkan Gerakan Muda Peduli Masyarakat (GEMPUR), kini kian menemui titik terang pasalnya Polda Bengkulu akan segera mengeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3).

Telah banyak aksi yang digelar GEMPUR dengan tuntutan agar mencopot Bustasar sebagai Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu, karena mereka menilai Kakanwil Kemenag tersebut melakukan Pungli saat pengutusan Perwakilan Lomba Qasidah ke Padang 2015 silam.

Sempat ditambahkan oleh Kasubag Humas dan Informasi Kemenag Provinsi Bengkulu Rolly Gunawan bahwasannya hal tersebut bukanlah Pungli melainkan memang inisiatif dari Kepala Madrasah yang ingin membantu dalam mengirimkan Perwakilan Lomba Qasidah ke Padang.

Beliau juga menambahkan sebelum pengiriman Perwakilan tersebut dana sudah diajukan, namun pada saat hari H dana yang digadang-gadang tidak mencukupi. Serta LASQI (Lembaga Qasidah Indonesia) meminta izin kepada Kemenag untuk meminta sumbangan sukarela ke Madrasah yang ada di Bengkulu, stempel dan cap kwitansi sumbangan tersebut adalah cap dan stempel LASQI bukan Kemenag.

Menurut Sumber Berita Koran Harian Rakyat Bengkulu, Pihak Polda Bengkulu telah melakukan pemeriksaan secara intensif terkait bukti serta bebarapa Kepala Madrasah. Ditegaskan Polda Bengkulu melalui Direskrismum Polda Bengkulu Kombes Pol Pudyo Haryono (23/02/2018), dari gelar perkara yang dilakukan Tim Saber Pungli Polda Bengkulu tidak ditemukan indikasi pidana dalam dugaan pungli tersebut.

“Dari gelar perkara yang dilakukan tersebut, tidak ditemukan adanya pidana dalam pungutan yang dilaporkan itu. Oleh karena itu kami simpulkan bahwa pungutan tersebut hanya sumbangan suka rela atau pertisipasi dari Kepala Madrasah terhadap Perlombaan Lasqi tersebut”tutur Pudyo.

Beliau juga menambahkan dalam pengambilan pungutan liar itu Kakanwil Kemenag Provinsi Bengkulu tersebut hanya sebagai penghimbau dan tidak ada unsur paksaan didalamnya. Pudyo juga menjelakan uang yang telah terkumpul dikembalikan, sehingga biaya untuk Lomba Lasqi menggunakan uang pribadi Kakanwil. Untuk menguatkan bahwa pungutan tersebut bukan unsur pidana, SP3 akan segera dikeluarkan.

“Dari pemeriksaan yang dilakukan kepada Kepala Madrasah yang  ada di Kota Bengkulu tersebut tidak ada unsur pidana didalamnya serta dari keterangan mereka sedikitpun tidak ada pemaksaan katanya. Karena itu kami simpulkan ini bukan Pungli dan tidak bisa dipidana, setelah gelar perkara kedua nanti kita kan keluarkan SP3 untuk menghentikan kasus ini” jelas Pudyo. Cw1

Facebook comments

Adsense Google Auto Size