Skip to main content
Susana Kantor Desa usai digembok oleh perangkat Desa
Susana Kantor Desa usai digembok oleh perangkat Desa

Siltap Tidak Cair,Perangkat Desa Kutajaya Gembok Kantor Desa

Karawang, Tuntasonline.com - Buntut kekesalan akibat penghasilan tetap (Siltap) tahap 2 Tahun 2017 tidak cair, oknum perangkat Desa Kutajaya, Kecamatan Kutawaluya Kabupaten Karawang nekad menggembok kantor desanya, Senin (08/01) pagi.

Aksi gembok kantor desa tersebut diketahui ketika para perangkat desa hendak masuk kerja pada pagi harinya.

"Kemungkinan ada perangkat yang kecewa dengan kondisi desa Kutajaya saat ini pak," ungkap Suryana, perangkat desa setempat.

Akibat aksi tersebut secara tidak langsung mengganggu pelayanan masyarakat dalam pengurusan administrasi, sehingga pelayanan administrasi menjadi vakum. Menurut keterangan yang dihimpun Wartawan Tuntasonline.com di lokasi, aksi gembok kantor desa tersebut dilakukan sebagai puncak kekecewaan perangkat terhadap kepala desanya.  Pasalnya selama ini kepala desa setempat jarang ngantor, bahkan selama 8 bulan terakhir ini sang kepala desa juga tidak pernah kelihatan di kantor desanya.  

"Bagaimana masyarakat bisa maju, kalau kepala desanya penuh dengan masalah dan tidak peduli terhadap warganya, karena selama ini kepala desa terkesan enggan masuk kantor dan berkomunikasi baik dengan perangkat maupun warga," terangnya.

Lebih parahnya, ternyata aksi protes para perangkat desa tersebut sudah terjadi untuk yang kedua kalinya.  Setelah sebelumnya para perangkat melakukan mogok kerja akibat Siltap tahap pertama belum dicairkan.

Sementara itu perangkat lainnya, yang enggan disebutkan namanya juga sempat berkomentar perihal kekecewaannya terhadap kepala desa Kutajaya saat ini.  Dia menganggap kepala desa nya lalai dalam menjalankan kewajiban sebagai kepala desa.  Karena selain tidak pernah datang ke kantor desa, juga tidak memperhatikan nasib perangkat, apalagi masyarakatnya.  Padahal seharusnya Siltap tahap 2 sudah bisa cair pada bulan Oktober atau November 2017.

"Siltap tahap 2 harusnya sudah cair bulan 10-11 tahun 2017, tetapi untuk desanya sampai saat ini belum juga cair, padahal kebutuhan hidup tidak bisa ditunda-tunda," imbuhnya.

Untuk mengamankan lokasi dan mencegah hal yang tidak diinginkan terjadi, Kapolsek Rengasdengklok, Kompol Suparno turun langsung ke lokasi kantor desa.  Didampingi beberapa jajarannya Kapolsek Rengasdengklok terus memantau lokasi sampai situasi kondusif.

"Kedatangan kami untuk pengamanan saja, karena ada laporan masyarakat," katanya.(Sule)

ADS1

Facebook comments

Berita Terkait

Adsense Google Auto Size