Skip to main content
Rumah Warga Tampak Rusak dikarenakan Terkena Abu Vulkanik
Rumah Warga Tampak Rusak dikarenakan Terkena Abu Vulkanik

Akibat Abu Vulkanik Rumah Warga Desa Naman Teran Rusak

Karo, Tuntasonline.com- Masyarakat Desa Naman Teran Kecamatan Naman Teran Kabupaten Karo memohon perhatian pemerintah terhadap kerusakan rumah tempat tinggal mereka yang sudah tidak layak huni akibat abu vulkanik gunung sinabung, Kamis (4/1).

Salah seorang warga desa Naman Teran Ranteli Br Bangun (59) mengatakan kerusakan parah mulai terjadi sejak 2 tahun yang lalu, dikarenakan intensitas letusan gunung sinabung  yang hampir setiap hari terjadi dan abu vulkanik sulit dibersihkan, beberapa rumah bahkan sudah ditinggalkan penghuninya karena tidak dapat dihuni lagi. 

Ditambahkan R. Br Bangun “Kami meminta tolong kepada pemerintah agar rumah-rumah kami diperhatikan semua. Terakhir kami menerima bantuan dari pemerintah itu 3 tahun yang sudah lewat lalu sampai sekarang tidak ada apapun lagi yang kami terima. Ekonomi kami juga menjadi sulit, untuk makan saja sekarang kami susah karena tanaman kami gagal panen semua,”ujarnya.

Hal senada juga dikatakan oleh Pandi Sembiring dan Mikael Cristo S yang meminta pemerintah agar memberikan bantuan terutama berupa seng agar bisa memperbaiki rumah “Tolong pemerintah berikan kami bantuan seng, supaya rumah kami tidak bocor lagi dan agar kami bisa tidur dengan layak,”mohonnya.

 Perangkat Desa Naman Teran Rodin Tarigan mengatakan “Dengan kondisi yang terlihat ini, semua rumah disini tidak bisa lagi ditempati, sengnya sudah rusak semua. Jumlah kami disini warga desa secara keseluruhan ada 512 Kepala Keluarga. Dan seandainya pemerintah membantu kami, tolong diusahakan bantuan itu merata ke semua warga,. Di desa kami ini hampir setiap hari terpapar abu vulkani, karena setiap ada letusan, arah anginnya pasti menuju kesini.” ujarnya.

Sedangkan Kepala Desa Namanteran Rencana Sitepu saat dikonfirmasi media membenarkan bahwa kondisi atap seng diseluruh desanya sudah rapuh dan sudah seharusnya diganti“Tapi jika menganti secara swadaya kemungkinan kemampuan masyarakat kita tidak ada lagi, karena pada akhir-akhir ini pertanian selalu gagal panen,” katanya.

Disampaikannya lagi“Menurut data kami, kerusakan rumah didesa kami sudah lebih dari 90 %. Untuk tahun 2013 kami pernah menerima bantuan dari pemerintah namun tidak memadai, jumlahnya hanya sekitar 70 lembar seng. Semua warga mendapat seng namun tidak mencukupi sehingga kami harus menambahi lagi,” jelas Sitepu.

Rencana menambahkan"Kalau bisa kami sangat berharap adanya perhatian dari pemerintah baik pusat maupun daerah supaya pada tahun ini kami mendapat bantuan atap seng lagi, agar rumah kami dapat dihuni dengan layak," tutupnya.(Ellya)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size