Skip to main content
Tragis! Karyawan PT ABM Dianiaya Rekannya Hingga Tak Berdaya
Tragis! Karyawan PT ABM Dianiaya Rekannya Hingga Tak Berdaya

Tragis! Karyawan PT ABM Dianiaya Rekannya Hingga Tak Berdaya

Labuhanbatu, TuntasOnline.Com - Seorang ibu rumah tangga, istri dari Salah seorang karyawan PT ABM Kecamatan Teluk panji Kabupaten Labuhanbatu Selatan Sumatera Utara mengalami penganiayaan hingga sekarat.


Berdasarkan penuturan anak korban yang ikut sama ibunya pada saat itu, melihat pada saat kejadian maraknya dianiaya oleh salah seorang rekan kerjanya.

     

Berikut ulasan Cerita kronologi kejadian yang disampaikan langsung oleh anaknya :

"Pada hari senin tanggal 2 agustus 2021. Pukul 6 aku dan mama pergi mencari damar di blok H 51 tiba tiba kami bertemu dengan si RD, ketika dia melihat kami dia mulai memaki atau menghina mama tanpa sebab," ujarnya.


"Lalu setelah kami melihat dia kami belok di ancak lain kebetulan di pertengahan kami ada suami si RD. Lalu dia berkata kepada suaminya sini kau bang jangan dekat dekat sama perempuan hina itu dan perempuan babi itu yang enggak ada otak itu. Lalu setelah mendengar istrinya suaminya pun pindah ke ancak lain," sambungnya.

Mita juga menyampaikan bahwa ibunya terus dimaki-maki oleh pelaku sambil mengejar korban.

"Setelah itu si RD memaki-maki terus mama sambil mengejar mama dengan mengatakan ku bunuh kau. Lalu kami tidak mengopenin si RD sampai di jalan. Kami seperti tidak merasa mendengar," ujarnya.

"Kemudian kami masuk ancak baru lagi jauh dari ancak si RD kira jaraknya 3 pasar atau 300 meter. Karena dia terus menerus memaki dan menghina mamakku. Lalu mamak pun bertanya RD mengapa nya kau maki maki aku apa kesalahan ku," terus jawab si RD," tuturnya.

Anak korban juga menyampaikan bahwa korban juga diancam akan dibunuh oleh pelaku.

"He perempuan hina kau mau ku bunuh sambil menghampiri mamak dan berkata lagi kau mau ku bunuh kau itu lama kali mati biar ku bunuh aja kau biar cepat dan katanya kalau ku bunuh kau pun enggak ada yang mengejar aku," tuturnya.


"Kau bagaikan mati seperti seekor anjing sambil memukuli mama dan menunjang punggung mama sebanyak 3 kali lalu mama pun memohon pada nya he RD jangan bunuh aku jangan kau jambak aku, aku bukan lawan mu aku udah sakit- sakitan," sambungnya.

Mita juga menyampaikan bahwa perut ibunya sempat diinjak oleh pelaku.

"Lalu dia tidak mendengar lalu memijak perut mamak ku Sebanyak 2 kali dengan memakai sepatu ape. Kemudian karna mama merasa sakit. Mamak pun malakukan pembelaan diri dengan cara menggigit tangan si RD," jelasnya.

Anak korban juga menyampaikan bahwa ibunya sempat meminta tolong dalam kondisi tak berdaya.

"Kemudian mama memanggil anaknya yaitu aku dengar berkata he mita tolong aku dan aku pun berlari lalu aku sampai. ku tahan dia agar melepaskan mamak ku lalu dia berkata pada ku he mita jangan tahan aku," sambungnya lagi.

Mita juga menjelaskan dalam kondisi lemah ibunya tetap berusaha meminta tolong, dan akhirnya ada yang mendengar dan menolongnya.

"Mamakmu aja pegang biar ku kasih pelajaran dia dan berkata udah besar kali mulutnya ini mita, Aku pun di mendengarkan perkataannya karena aku melihat kondisi mama ku yang sangat lemah, aku pun menjerit meminta tolong kepada orang di sekitar situ," ujarnya.

 

"Bapak uda harapan tolong mamak ku sampai berkali-kali untung saja dia dengar dan dia pun langsung lari untuk menolong mama ku lalu ketika bersamaan itu suaminya pun baru datang dan tidak memegang atau melerai istrinya maupun mamak  melainkan dia hanya menonton sambil tersenyum", ungkap mita yang melihat pada saat itu kejadian kepada wartawan melalui pesan Whatsapp hari sabtu 07/08/2021.

Setelah ada pihak membantunya, akhirnya kejadian itupun bubar. Ibunya pun dalam kondisi lemah.

"Setelah itu bubarlah mereka karna sudah dipisahkan sama bapak uda harapan. Lalu hampir setengah hari mama tidak bisa bergerak di tempat lokasi itu sambil menangis", kata mita.


Di akhir pesan WhatsApp Mita. sembari memohon kepada penegak hukum agar segera melakukan proses hukum yang berlaku dan pendapat ganjarannya sesuai perbuatannya.


Terkait hal tersebut awak media konfirmasi kepada kapolsek Kapung rakyat dan berdasarkan pernyataan kapolsek bahwasanya permasalahan tersebut dalam proses hukum pada Sabtu 07/08/2021.(JS)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size