Skip to main content
Penilaian Birokrat Senior Bengkulu Saksikan Debat : Rohidin-Rosjonsyah Punya Program yang Tepat Atasi Permasalahan Dasar Masyarakat
Penilaian Birokrat Senior Bengkulu Saksikan Debat : Rohidin-Rosjonsyah Punya Program Tepat Atasi Permasalahan Dasar Masyarakat

Penilaian Birokrat Senior Bengkulu Saksikan Debat : Rohidin-Rosjonsyah Punya Program Tepat Atasi Permasalahan Dasar Masyarakat

Bengkulu, TuntasOnline.com  - Pasca debat terbuka putaran kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu 2020 banyak meninggalkan pesan bagi masyarakat Provinsi Bengkulu. Salah satu pesan yang di dapatkan oleh masyarakat yaitu soal kenaikan harga sawit, dan masalah Eselonering, Sabtu (28/11).


Ir Syahrir, AB, MSc sebagai mantan Birokrat dan tokoh Bengkulu kanca Nasional, lulusan Amerika dan juga salah satu tokoh masyarakat. Ia mengungkapkan bagaimana pesan yang terkandung dalam debat kedua tersebut.


"Setelah saya menyaksikan debat putaran kedua Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Bengkulu, saya menyimpulkan ada Iima hal yang harus dipahami dan di telaah kembali. Salah satunya terkait peran dan kewenangan Birokat dalam menghadapi Pilgub Bengkulu 2020 ini. Pertama Harga sawit tidak bisa ditetapkan oleh Gubernur karena semua itu tergantung harga pasar khususnya pasar dunia/global dan tuduhan terhadap sawit Indonesia tidak ramah lingkungan. Serta yang bisa di Iakukan Gubernur hanya menurunkan biaya handling dan transport lokal seperti pembangunan tangki timbun di Pulau Bai dan peningkatan jalan Provinsi seperti yg sudah dilakukan Gubernur Rohidin sebelum ini,” ucapnya.


Ditambah lagi tinggi dan stabilnya harga sawit akhir-akhir ini karena pemerintah pusat berhasil memproses CPO menjadi Biodiesel dan Greendiesel. Sehingga serapan CPO dalam negeri meningkat dan sawit Indonesia tidak perlu lagi di ekspor.  Harga sawit tidak bisa dipatok di Rp 2.500 per kg, presiden aja tidak bisa menaikan setinggi itu. 


Kedua masalah Eselonering di Pemerintah Daerah seperti naik Eselon itu bukannya dari Eselon 1 ke Eselon 2, dari Eselon 2 ke Eselon 3 dan seterusnya. 


Ketiga Jabatan Sekda Provinsi hanya bisa diisi oleh ASN aktif yang sudah Eselon 2, tidak bisa diisi oleh pensiunan ASN seperti yang dijanjikan oleh salah satu PaslonGub dengan menerbitkan Perpu. Perpu hanya bisa diterbitkan bila ada kepentingan mendesak bagi Negara. Bukan untuk mengangkat ASN pensiun untuk menjadi Sekda Provinsi Bengkulu.


Keempat Pengangkatan Camat oleh Bupati dan Kepala Desa dipilih secara langsung oleh masyarakat Desa dan ditetapkan oleh Bupati. Ini ketentuan dalam Otonomi Daerah. 


Kelima Seorang calon Kepala Daerah seharusnya mengerti Birokrasi agar calon pemilih tidak terbuai oleh kebohongan dan janji janji Paslon Kepala Daerah. 


"Saya mengajak  tidak ada kata lain dengan sisa waktu periode pemilihan Gubernur, sebaiknya masyarakat memberikan hak suaranya kepada paslon nomor urut 2 Rohidin Mersyah-Rosjonsyah untuk menuntaskan program-program yang nyata semuanya pro rakyat. Saya berpesan masyarakat jangan di pengaruhi iming-iming Jadi saya berharap kepada masyarakat provinsi Bengkulu untuk dapat melihat program dan mampu menelaah kembali mana yang sudah dilaksanakan di provinsi Bengkulu dan mana yang hanya sekedar janji politik agar dapat terpilih dan tak kalah pentingnya saya menghimbau untuk kita semua agar menghindari "Money Politics” karena hal tersebut dapat melukai demokratisasi," demikian pungkas tokoh masyarakat Muko- muko tersebut.

Facebook comments

Adsense Google Auto Size