Skip to main content
Dukung Ketahanan Pangan Nasional Pemprov Bengkulu Akan Optimalkan Diversifikasi
Dukung Ketahanan Pangan Nasional Pemprov Bengkulu Akan Optimalkan Diversifikasi

Pemprov Bengkulu Akan Optimalkan Diversifikasi Pangan Lokal

Bengkulu, Tuntasonline.com - Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui Dinas Ketahanan Pangan kembali melaksanakan giat konsumsi pangan lokal sebagai pangan alternatif pengganti nasi yang dikenal dengan istilah diversifikasi.

Baca Juga :  Korem 041/Gamas Gelar Silaturrahmi Bareng Awak Media

Pilar pertahanan NKRI itu terdiri dari empat hal yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pertahanan, yaitu peralatan perang yang canggih, sumber daya manusia yang profesional dalam hal ini TNI/Polri, didukung dengan rasa nasionalisme yang tertanam dalam darah kita, serta adanya lumbung pangan yang memadai.


Kegiatan ini berjudul 'Gerakan Diversifikasi Pangan Lokal Melalui Edukasi dan Promosi Sehat dengan Pangan Lokal, Kenyang Tidak Hanya Nasi'. Dan kegiatan ini dipusatkan di Gedung Daerah Balai Raya Semarak Bengkulu, dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Hamka Sabri.


Sebelum memulai acara inti para pesrta melaksanakan terlebih dahulu senam jantung sehat di halaman Gedung Balai Raya Semarak, dilanjutkan dengan sarapan sehat bersama pangan lokal. Ada hal yang menarik pada kegiayan kali ini yaitu sarapan dengan berbagai menu unik pengganti nasi, seperti halnya lontong singkong, nasi goreng pisang, mie ubi ungu dan lemper singkong. 

Sekertaris Daerah Provinsi (Sekda Prov) Bengkulu Hamka Sabri, memgatakan bahwa diversifikasi pangan merupakan bentuk dari ketahanan pangan yang sekaligus memperkuat ketahanan negara kesatuan Republik  Indonesia.

"Pilar pertahanan NKRI itu terdiri dari empat hal yang merupakan satu kesatuan dan tidak dapat dipisahkan dalam sistem pertahanan, yaitu peralatan perang yang canggih, sumber daya manusia yang profesional dalam hal ini TNI/Polri, didukung dengan rasa nasionalisme yang tertanam dalam darah kita, serta adanya lumbung pangan,” ungkap Sekda, Jumat (18/9/2020).


Oleh karena itu jelas mantan Asisten I Sekda Prov ini, diversifikasi pangan menjadi bagian dari ketahanan pangan, sehingga masyarakat tidak terpaku pada satu jenis makanan pokok saja, akan tetapi juga dapat mengonsumsi bahan pangan lain sebagai pengganti makanan pokok yang selama ini dikonsumsinya. Salah satunya singkong yang berpotensi besar untuk dikembangkan dalam bentuk produk turunan seperti tepung tapioka dan mocaf sehingga dapat diolah menjadi berbagai jenis panganan lezat.

Pangan alternatif ini pun sangatlah mudah didapatkan, hal ini dengan pemanfaatan lahan pekarangan yang ada. Masyarakat bisa bercocok tanam berbagai jenis pangan yang simpel, sehingga akan lebih ekonomis tanpa harus membeli. 
 
“Program ini merupakan program nasional yang sasarannya adalah masyarakat luas yaitu kita semua. Oleh karena itu kita harus mulai melaksanakannya, pelan-pelan mengubah kebiasaan kita yang biasanya makan nasi kita imbangi juga dengan makan ketela, ubi jalar, jagung demi mendukung ketahanan nasional,” jelasnya.


Dr. Putri Suci Asriani, SP, MP Dosen Fakultas Pertanian Universitas Bengkulu yang juga menjadi salah satu narasumber. Ia mengatakan diversifikasi pangan ini harus tetap memperhatikan nilai gizi yang terkandung dalam makanan yang dikonsumsi.

Baca Juga : Nyatakan Dukungan ke Rohidin-Rosjonsyah, Keluarga Sumatera Selatan : Kami Ingin Berkontribusi Bangun Bengkulu

“Yang dimaksud diversifikasi itu bukan hanya mengganti pangan kita dari nasi ke umbi-umbian, jagung atau sebagainya, tetapi juga harus perhatikan asupan gizi yang masuk ke tubuh kita. Karbohidratnya boleh diganti, tetapi tetap diimbangi dengan protein yang bisa kita dapatkan dari ikan, telur, daging, kacang-kacangan dan sebagainya, sehingga tetap seimbang,” Pungkas Suci. (Panji)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size