Skip to main content
Kapus Berastagi Dinonaktifkan Masyarakat Minta Pemkab Karo Tindak Tegas Petugas Medis
Kapus Berastagi Dinonaktifkan Masyarakat Minta Pemkab Karo Tindak Tegas Petugas Medis

Kapus Berastagi Dinonaktifkan, Masyarakat Minta Pemkab Karo Tindak Tegas Petugas Medis

Karo, Tuntasonline.com -
Pasca dinonaktifkannya dr Rehmenda Kepala Puskesmas Berastagi Kabupaten Karo, Pemerintah kabupaten Karo menuai kritikan masyarakat karena di nilai pilih kasih mencopot Kapus Berastagi.

Baca Juga :  Dialog di Pasar Lais, Gubernur Rohidin Sampaikan Fokus Konektivitas Gebrak Ekonomi

Hal tersebut di utarakan salah satu tokoh masyarakat Betastagi, Irwan Sitepu
"Kita tahu bahwa permasalahan ini mencuat saat adanya penolakan terhadap pasien yang akan berobat ke Puskesmas Berastagi beberapa bulan silam yang sempat viral di medsos, "ujar Irwan Sitepu kepada wartawan, Sabtu (22/0)/2020 di Berastagi.

Untuk itu, lanjutnya, Pemerintah Daerah kabupaten Karo juga harus tegas dan tidak tebang pilih dalam memberikan sanksi kepada 35 pegawai/tenaga medis yang sempat mangkir dari tugas, perawatnya yang menolak pasien, kenapa hanya Kapusnya yang di copot dari jabatannya? Diharapkan juga kepada Pemda Karo melalui bupati Karo agar tenaga medis yang sempat melakukan penolakan kepada pasien serta mangkir dari tugas terlebih disaat pandemi Covid-19 yang sedang melanda, seharusnya kepada mereka juga diberikan tindakan tegas.

Karena kewajiban soal pelayanan pasien ini sudah diatur didalam Pasal 32 Undang - undang (UU) nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. Ia menyebutkan, undang-undang tersebut dengan tegas menyatakan bahwa, fasilitas kesehatan baik pemerintah maupun swasta dilarang menolak pasien dan/atau meminta uang muka.

Kewajiban memberikan pertolongan kepada pasien ini juga berlaku bagi tenaga kesehatan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 59 ayat (1) UU nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan.

Bahkan, sambungnya lagi, jika terbukti menolak pasien dalam keadaan darurat bisa dipidana, dan dikenakan denda sebagaimana diatur dalam pasal 190 Undang - undang kesehatan.

"Mereka (tenaga medis) seharusnya bekerja secara profesional, dan harus memiliki loyalitas tinggi untuk melayani masyarakat demi kemajuan Puskesmas Berastagi. Oleh karena itu, Pemerintah Daerah Karo diminta untuk menempatkan orang - orang yang memiliki loyalitas tinggi agar Puskesmas Berastagi menjadi Puskesmas yang unggul dengan pelayanan prima dan sumber daya manusia yang profesional," tandas Sitepu.

Untuk diketahui, terkait pelayanan di Puskesmas Berastagi, Kabupaten Karo, Propinsi Sumatra Utara, menjadi viral akibat ulah yang diduga tak patut dicontoh oleh oknum petugas medis yang bekerja di Puskesmas Berastagi, pada Minggu (7/6/2020) silam.

Berawal dari salah seorang warga dari Kampung listrik, bernama Rani Br Situkkir (pasien) merasakan sakit di dadanya karena penyakit asam lambungnya kambuh. Ia pun lantas memberitahukan kepada suaminya.

Melihat keadaan istrinya, sang suami langsung membawanya ke Puskesmas Berastagi untuk segera dilakukan tindakan medis.

"Namun, setibanya di depan Puskesmas Berastagi, malahan kami di suruh ke rumah Sakit Amanda,Berastagi, tanpa mempedulikan kami sebagai pasien, petugas medis tersebut tetap asik bermain HP," ujar Rani.

Baca Juga :  Tidak Berfungsi Maksimal, Sabo Dam di Karo Tuai Kritikan

Namun salah satu petugas medis Puskesmas Berastagi yang tidak mau disebutkan namanya, menjelaskan bahwa "Saat itu sudah ada pergantian shift, jadi bukan tugas kami lagi saat itu untuk menerima pasien," ujarnya.(RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size