Skip to main content
Pantauan Satelit BMKG Tunjukkan Sebaran Titik Panas di Mukomuko
Pantauan Satelit BMKG Tunjukkan Sebaran Titik Panas di Mukomuko

Pantauan Satelit BMKG Tunjukkan Sebaran Titik Panas di Mukomuko

Mukomuko, Tuntasonline.com - Munculnya sebaran titik panas hasil dari pantauan satelite tera dan aqua yang berada diwebsite resmi BMKG pada Senin (3/8/20) pagi, menunjukkan adanya sebaran titik panas yang berasal dari 2 lokasi kartahula yang berbeda dan hasil tersebut merujuk pada Desa Sungai Jerinjing dan Desa Sungai Gading, Kecamatan Selagan Raya, Kabupaten Mukomuko.

Baca Juga : Polda Kepri Berhasil Selamatkan Korban Perdagangan Orang 

Mendapat laporan dari hasil monitoring satelit BMKG tersebut, pihak kepolisian Polsek Teras Terunjam Polres Mukomuko Polda Bengkulu langsung menerjunkan 2 orang personil. Adapun personil yang turun kelapangan yakni Aipda Budiyono dan Briptu Alfaizon. Hasil dari laporan dua personil Kepolisian tersebut membenarkan memang telah terjadi kebakaran lahan di dua lokasi. Dan telah dilakukan upaya pemadaman dengan memanggil Kepala Desa setempat untuk dikordinasi agar bersama-sama memadamkan api yang sudah menjalar, serta api yang berasal dari dua lokasi tersebut sudah berhasil dipadamkan pada Senin (3/8/20) sore.

”Kita langsung menurunkan personil untuk mendatangi TKP tempat titik api, guna melakukan tindakan cepat karena yang ditakutkan api yang awalnya kecil nanti bisa cepat membesar,” ujar Kapolres Mukomuko, AKBP. Andy Arisandi, SH, S.IK, MH melalui Kapolsek Teras Terunjam, Iptu. S.M.O Aritonang, SH,

Sedangkan untuk sebab munculnya api di lahan bekas kebun karet yang berada di Desa Sungai Jerinjing saat ini diperkirakan akibat dari pembakaran lahan yang dilakukan secara sengaja. Dari konfirmasi pemilik lahan Khairul Saleh selaku Camat Selagan Raya, dia membeberkan bahwa tidak melakukan pembakaran lahan miliknya.  Dan ada kemungkinan lahan tersebut dibakar oleh orang lain.

Adapun kebakaran yang terjadi di Desa Sungai Gading, terjadi akibat pembakaran lahan yang belum tau motifnya apa. Karena belum tau siapa dari  pemilik lahan yang terbakar,  sedangkan lahan tersebut berisi tumbuhan sawit berumur 1 tahun. Untuk luas lahan yang terbakar sekitar 1/2 H dari total luas lahan selebar 2H.

Atas kejadian tersebut pihak Kepolisian Polsek Teras Terunjam, memberikan himbauan terhadap pemilik lahan dan masyarakat sekitar agar tidak membakar lahan secara sembarangan. Karena akan menimbulkan kerugian bagi masyarakat sekitar maupun pemilik lahan nantinya jika terjadi kebakaran lahan.

Baca Juga :  Pasca New Normal, Jumlah Pernikahan di Mukomuko Meningkat

Adapun upaya lanjutan yang akan dilakukan pihak Kepolisian Polsek Teras Terunjam adalah memanggil para pemilik lahan atau oknum pembakar untuk membuat surat perjanjian agar tidak sembarangan saat melakukan pembakaran.(Kharan) 

Facebook comments

Adsense Google Auto Size