Skip to main content
Program Ketahanan Pangan Polres Tanah Karo Gandeng Berbagai Elemen Masyarakat
Program Ketahanan Pangan Polres Tanah Karo Gandeng Berbagai Elemen Masyarakat

Program Ketahanan Pangan, Polres Tanah Karo Gandeng Berbagai Elemen Masyarakat

KARO, TuntasOnline.com -
Dalam mendukung  program pemerintah pusat  dalam ketahanan pangan, dengan tema Panen raya, tebar benih, baksos kampung tangguh Nusantara, Jajaran Polres Tanah Karo telah melakukan terobosan dengan menggandeng petani, pengusaha bahkan babinsa  dan babikamtibnas bersinergi  dalam mengelola pemanfaatan lahan kosong untuk mewujudkan masyarakat produktivitas melalui penanaman Jagung. 

Kegiatan tersebut, sekaligus memberikan informasi kepada dunia, bahwa desa Kuta Bangun kecamatan  Tiga Binanga, Karo sangat  tangguh dalam ketahanan pangan, walaupun dalam situasi pandemi Covid-19. Hal ini ditegaskan oleh Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo Indriono, SH, Sik, Kamis (9/7) pukul 09.00 WIB, disela-sela Panen Raya didesa Kuta bangun kecamatan Tiga Binanga. 

Baca Juga : Ketua GTPP Covid-19 Karo Terima Bantuan APD dari PGTI

Turut mendampingi Bupati Karo Terkelin Brahmana SH, MH, Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal BatuBara, kasipidum Firmansyah Siregar, Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Paten Purba, kadis Perikanan Sarjana Purba, Camat Tiga Binanga Membela Tarigan, Danramil Letda Inf M. Sembiring, Kapolsek Tiga Binanga Iptu Pol Bengkel Ginting, kabag protokoler  Frans Leo Surbakti 

Lanjut Yustinus menyebutkan keberhasilannya  dalam melaksanakan program ini, bagian dari berkat dukungan pemda setempat dan Forkopimda. Apalagi dalam mengakomodir lahan pertanian se-kecamatan Tiga Binanga, dia mengaku sudah mempersiapkan lahan 14 ribu haktare, untuk tanaman jagung. 

"Untuk hasil panen per/haktare dapat menghasilkan jagung  9 per /ton, dengan total produksi jagung se-kecamatan tiga Binanga 125 ribu ton dalam kondisi saat musim panen. Sedangkan, dalam satu tahun petani bisa  dua kali musim panen," sebut Yustinus.

"Untuk  harga jagung saat ini sesuai niat beli masyarakat dipasar dijual 2800-3000, per/ kilogram, sedangkan  harga normal yang diinginkan masyrakat petani, seharusnya  3500-3800 per/kilogram," jelasnya.

"Namun ditahun 2019 lalu, sesuai data dan informasi, sambung Kapolres Yustinus, harga jagung sempat tembus naik level harga ke 4000,per /kilogram," terangnya.

Sementara Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH menyatakan pemda Karo sangat mendukung program ketahanan pangan yang telah dilakukan oleh polres Tanah Karo, dalam mengimbangi ekonomi masyarakat melalui wujud produktivitas ketahanan pangan. 

Disamping itu, Terkelin menyampaikan  dalam waktu dekat ini ketua DPRD Karo Iriani Br Tarigan akan menemui pihak pemangku kebijakan di Pemprovsu, dalam upaya menaikkan harga jagung seperti sebelumnya, Ini kita tunggu kabar dari ketua. Ucapnya 

"Namun demikian, mari kita berdoa dan berjuang, agar apa yang didambakan petani dan lapisan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan ini, semua sesuai harapan kita. Pada prinsipnya  pemerintah selalu mendorong dan terdepan mencari solusi guna kepentingan masyarakat," imbuhnya.

Baca Juga : Kodim 0205/TK Gelar Patroli Gabungan Penertiban Pemakaian Masker

Di kesempatan itu, Dandim 0205 /TK Letkol Inf Taufik Rizal BatuBara mengatakan, sangat mengapresiasi program ketahanan pangan yang dimotori oleh Polres Tanah karo ini. 

"Dalam menghadapi sejumlah tantangan dalam mewujudkan kedaulatan pangan. Pemerintah kerap menghadapi dilema ketika harga pangan menurun. Hal ini fakto keterbatasan lahan pertanian, dan perubahan iklim," ungkapnya 

"Namun, upaya menggenjot produktivitas komoditas pangan dan merealisasikan target swasembada pangan tak bisa sepenuhnya bergantung kepada negara. Pemerintah pun mendorong kerja sama dengan pengusaha, petani dan stakeholder lainnya, untuk mewujudkan ketahanan pangan,“ pungkasnya(RT/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size