Skip to main content
Kisah Pilu Nenek 68 Tahun Rumah Miliknya Diklaim Orang Lain
Kisah Pilu Nenek 68 Tahun Rumah Miliknya Diklaim Orang Lain

Kisah Pilu Nenek 68 Tahun, Rumah Miliknya Diklaim Orang Lain

Padangsidimpuan, Tuntasonline.com – Nasib pilu haris dialami seorang nenek bernama, Maswarni Br Harahap (68), warga Jalan Sudirman eks. Jalan Sibolga, Lingkungan I, Kelurahan Hutaimbaru, Kota Padangsidimpuan. Rumah yang seharusnya menjadi tempat beristirahat janda tua dan tak punya anak itu, justru kepemilikannya diklaim oleh orang lain.

Maswarni saat ditemui sejumlah awak media, Sabtu (4/7/2020), dengan didampingi adiknya, Ifin Effendi Harahap (66) menceritakan, mimpi buruk itu bermula ketika seorang pria berinisial KH (72), secara tiba-tiba merusak rumah tempat tinggalnya yang merupakan harta warisan leluhurnya itu.

Baca Juga : Penjajakan Kerjasama, Komisi A DPRD Karo Kunker ke Politekpar Medan

Kata Maswarni, KH merupakan tetangga yang tinggal di komplek perumahan warisan milik leluhurnya. Dulu rumah yang ditempati KH adalah komplek perumahan pendeta yang dipinjamkan leluhur Maswarni kepada keluarga KH. Seiring berjalannya waktu, baik leluhur dari Maswarni maupun keluarga KH saat ini sudah meninggal.

Sebelumnya, kepemilikan rumah leluhur Maswarni beserta komplek perumahan pendeta itu juga pernah diperkarakan ke Mahkamah Agung (MA). Gugatan dimenangkan ayah Maswarni, Bahasan Harahap. Saat perkara, keluarga KH tidak tinggal di sana tapi di Pematang Siantar. Yang tinggal disitu adalah saudara ayah KH yakni, TH.

Di mana, TH meminjam rumah kepada ayah Maswarni. Namun belakangan, KH mengklaim rumah Maswarni beserta komplek perumahan pendeta adalah milik keluarganya. Bahkan, permasalahan pengklaiman itu sudah sempat diadukan ke Polsek Hutaimbaru. Namun, hingga kini, KH tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan tanah.

Sedangkan, Maswarni beserta keluarganya memiliki surat putusan MA terkait kepemilikan tanah tersebut. Puncaknya, pada Sabtu (13/6/2020), KH diduga tiba-tiba merusak rumah Maswarni. Dikatakan, KH melempar kaca jendela, pintu rumah, dan merusak tanaman pisang sebanyak 10 batang yang baru ditanam Maswarni di belakang rumahnya.

Tak hanya itu, esoknya, KH diduga kembali merusak dengan menebang dan menghancurkan, 3 pohon cokelat yang sedang berbuah, pagar berbentuk jaring ikan seluas 20 meter, 2 pohon duku, serta 3 pohon pisang yang baru berbuah. Dua hari berselang, KH mengulangi lagi perbuatannya dengan memecahkan kaca jendela dan merobohkan pintu rumah serta merusak kembali tanaman.

Sebelumnya, dituturkan Maswarni, pada Bulan Puasa lalu, KH kerap menendang-nendang pintu rumahnya dan mengancam akan membunuhnya. Dibilang Maswarni, KH dulu sempat dipenjara 6 bulan lantaran merusak Pos Polisi Polsek Hutaimbaru atas pelaporan Ida Gorga Harahap (anak Raja Luat Hutaimbaru).

Peristiwa itu, akhirnya dilaporkan ke Polres Padangsidimpuan yang tertuang dalam Laporan Polisi nomor : LP/183/VI/2020/SU/PSP. Lanjut Maswarni, KH sempat diperiksa pihak kepolisian. Namun lantaran, usianya sudah lanjut, KH, dipulangkan oleh polisi.

Alhasil, KH kembali menebar teror kepada Maswarni, sehingga ketakutan kembali merasuki keluarga Maswarni yang tinggal di rumah bersama adiknya, Naumur Br Harahap (63) dengan status serupa yakni dengan Maswarni yakni, janda tidak memiliki anak.

“Saya mohon kepada Ibu Kapolres AKBP Juliani Prihartini kiranya memberi perlindungan hukum pada kami. Sebab setiap saat, jiwa saya merasa terancam. Apalagi barusan dia (KH) juga mengancam akan membunuh saya jika dia dijebloskan ke penjara. Untuk bukti pengerusakan berupa video, telah saya simpan baik-baik,” jelas Maswarni.

Ironisnya, persis di depan rumah Maswarni bertumpuk batu sungai berukuran besar yang diduga akan digunakan KH untuk merusak rumahnya. Seusai mewawancarai Maswarni, mendadak awak media dihampiri KH bersama kedua anaknya, PH dan AH. Ketiganya tidak senang, dengan adanya wartawan.

Disaksikan warga setempat lainnya, ketiganya tanpa sungkan mengusir dan mengancam wartawan yang meliput kejadian itu. Mereka ini, ujar Maswarni, sudah merasa sok jago karena pernah dipulangkan polisi. Bahkan KH pernah melontarkan ucapan dirinya tidak takut dengan penegak hukum.

"Intinya, perbuatan KH beserta kedua anaknya sudah sangat meresahkan kami sekeluarga. Kami merasa diintimidasi secara terus menerus,” ungkapnya.

Baca Juga :  IKAPMPB-Y Bagikan 1.195 Masker di Simpang Lima Ratu Samban 

Terpisah, Kapolres Padangsidimpuan AKBP Juliani Prihartini melalui Kasat Reskrim, AKP Bambang H Tarigan mengaku kalau persoalan tersebut tengah ditangani oleh pihaknya. Dia juga menegaskan akan menurunkan anggota ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. (AS/TO)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size