Skip to main content
Anak Kades Dan Beberapa Perangkat Desa Terima Bantuan Bedah Rumah
Anak Kades Dan Beberapa Perangkat Desa Terima Bantuan Bedah Rumah

Anak Kades dan Beberapa Perangkat Desa Terima Bantuan Bedah Rumah

Rejang Lebong, TuntasOnline.Com - Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tahun 2019 atau lebih dikenal dengan sebutan bantuan bedah rumah, di Desa Sambirejo Kecamatan Selupu Rejang, Kabupaten Rejang Lebong (RL), dinilai kurang tepat sasaran. Pasalnya, dari 129 penerima bantuan, ada beberapa perangkat desa juga menerima Program BSPS tersebut, bahkan salah satunya adalah anak Kepala Desa (Kades).

Informasi terhimpun, Kades Sambirejo, Tutur saat ditemui awak media sempat mengatakan jika benar ada perangkat desa yang menerima bantuan bedah rumah tersebut, karena dinilai layak, yaitu Saipudin yang menjabat sebagai Kaur Pemerintahan dan tidak ada perangkat lainnya. Ternyata, temuan di lapangan hasil investigasi wartawan, menemukan terdapat perangkat desa lainnya yang mendapat bantuan bedah rumah tersebut, salah satunya, Sekertaris Desa, Sutono.

Baca Juga :  Kisah Pilu Nenek 68 Tahun, Rumah Miliknya Diklaim Orang Lain

Tidak hanya itu, parahnya lagi anak Kepala Desa, yaitu Anggun, juga mendapat bantuan bedah rumah. Hal ini ditandai dengan hasil wawancara awak media dengan salah satu warga, yaitu Masiran, pada Sabtu (04/07/2020). "Benar itu rumahnya anak Pak Kades dan dibangun di atas lahan kosong, Pak Sekdes juga dapat bantuan bedah rumah, kalau rumahnya yang atap seng putih itu" ungkapnya sambil menunjuk ke arah rumah Sekdes.

Dikonfirmasi dengan Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas PUPR PKP Rejang Lebong, Sri Wilujeng, menyampaikan, kriteria penerima bantuan wajib memiliki bangunan tidak layak yang menjadi target program bedah rumah.

Baca Juga :  Ketua Fraksi Golkar DPRD Karo Kecewa Terhadap Kinerja GTPP Covid-19

"Kalau penerima BSPS itu tinggal sama orang tuanya, kemudian menerima bantuan bedah rumah, maka kita lihat dahulu. Rumah orang tuanya ini, apakah masuk kategori tidak layak huni atau layak, seharusnya rumah yang dibedah pun rumah yang mereka tempati. Tapi kalau rumah orang tuanya bagus, terus yang dapat bantuan bedah rumah atas nama anaknya, yang tidak memiliki rumah tidak layak huni, dan membangun diatas tanah kosong, jelas menyalahi. Tapi, saya akan coba klarifikasi terlebih dahulu terkait informasi ini,” demikian Sri.(Ade)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size