Skip to main content
K
Kepala Desa Air Kering 2 Tanulisi

Terkait Berita Rabat Beton Air Kering 2, Kades Sampaikan Hak Jawab

Kaur, Tuntasonline.com - Menyikapi pemberitaan pembangunan Rabat Beton di Desa Air Kering 2 Kecamatan Padang Guci Hilir, Kepala Desa Tanulisi akhirnya menyampaikan hak jawabnya. 

Baca Juga : Kapoldasu Sayangkan Pemkab Karo Tidak Viralkan Prestasi Desa Kandibata

Kades menyebutkan bangunan Rabat beton rusak lantaran di lewati mesin junder dan juga kondisi jalan itu di tengah persawahan jadi jalan itu mudah rusak mungkin, di sisi lain Rabat Beton rusak karena kontur dan struktur tanah yang lembek menjadikan badan jalan mengalami penurunan dan berimbas pada jalan rabat beton yang membelah sawah masyarakat.

Kades Air kering 2 Tanulisi mengatakan "Wajar kalau statemen yang dibuat di media beberapa waktu lalu seperti itu, karena memang nampak di foto ada yang berlobang akan tetapi itu bukan karna cepat rusak tetapi di akibatkan karna faktor alam dan juga bangunan itu bukan tahun 2019 akan tetapi 2018," ujarnya.

"Sebenarnya ini perlu didudukkan pokok permasalahannya karna kalau kita belum tau betul letak kesalahannya tentunya argumen juga tidak sesuai dengan yang terjadi di lapangan dan kami juga selalu mewanti-wanti takutnya anggapan masyarakat salah mengartikan terkait berita tersebut," tambahnya. 

Baca Juga :  BNNP Bengkulu Rencanakan Pembangunan Balai Rehabilitasi 

Kades berharap media dapat menyampaikan informasi yang berimbang dengan melakukan konfirmasi kepada kedua belah pihak yang bersangkutan. 

"Terkait itu juga saya selaku Kepala Desa Air Kering 2 sangat menyayangkan akan brita yang terbit tetapi di lain sisi ini juga sebagai teguran untuk kita agar kedepan nya pembangunan dana Desa yang bersumber dari APBN ini akan kita tingkatkan agar kejadian kesalah pahaman ini tidak terulang kembali,dan kami juga akan memperbaiki rabat beton yang rusak itu,tujuan kami mengklarifikasi berita tersebut tidak lain hanya untuk meluruskan dan pandangan masyarakat tidak berpikir buruk, bahwa bangunan tersebut memang karna faktor alam," tutup Tanulisi(HZ)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size