Skip to main content
Pemkab Karo Rencanakan Buka Kembali Objek Wisata
Pemkab Karo Rencanakan Buka Kembali Objek Wisata

Pemkab Karo Rencanakan Buka Kembali Objek Wisata

KARO, TuntasOnline.com - Sejak ditutupnya tempat pariwisata 2 bulan yang lalu, Pemerintah kabupaten Karo berencana membuka kembali objek wisata di Kabupaten Karo. Tujuannya  untuk menggerakkan roda ekonomi masyarakat yang kian merosot di tengah pandemi Corona.

Bupati Karo Terkelin Brahmana SH MH melalui Kepala dinas Pariwisata dan Kebudayaan(disparbud) Kabupaten Karo, Munarta Ginting menegaskan hal itu saat berkunjung ke salah satu tempat objek wisata, Senin (15/06/2020).

Baca Juga : Ungkap Peredaran Gelap Ganja dan Shabu, Polda Kepri Selamatkan 32.575 Jiwa 

Munarta Ginting menjelaskan bahwa sektor pariwisata merupakan penopang ekonomi bagi masyarakat kabupaten Karo. Banyak warga yang menggantungkan ekonomi kehidupannya dari geliat sektor wisata. Seperti pedagang makanan, minuman, kerajinan, hingga sektor lainnya, termasuk pekerja di sektor wisata.

“Karena itu, masa new normal ini kami mulai mengkaji seluruh sektor yang bisa menggerakkan ekonomi. Termasuk membuka kembali sektor wisata. Kami tengah evaluasi dan lakukan persiapannya,” sampainya.

Tentu saja, menurut Munarta Ginting, pihaknya tidak bisa serta merta membuka tempat wisata. Pelaku wisata dan semua yang terlibat dalam kegiatan jasa wisata, harus benar-benar menyiapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Tak hanya menggunakan masker di tempat-tempat wisata, tetapi juga sarana penunjang lain. Seperti penggunaan thermo gun, bilik disinfektan, dan berbagai sarana lainnya di tempat-tempat wisata.

“Memulai kenormalan baru harus benar-benar disiapkan dengan baik. Kami akan berkomunikasi dengan pelaku sektor wisata untuk kesiapannya,” ujarnya.


Munarta Ginting menambahkan Untuk persiapan new normal ini, tidak hanya protokol untuk hotel dan restoran. Termasuk tempat wisata juga ada juknis yang harus dipatuhi saat mulai membuka tempat wisata.

“Akan ditetapkan kuota pengunjung per harinya agar tidak ada kerumunan. Untuk itu, kemarin pun sudah saya sampaikan kepada menejer - menejer hotel agar menerapkan protokol kesehatan untuk menuju new normal New normal atau (tatanan hidup baru,seperti harus pakai masker,mengatur jarak ,dan mencuci tangan,” jelasnya.

Baca Juga : Peroleh Kuota 15.000 Ha, Gubernur Rohidin Dorong Produksi Kelapa Sawit 

Di tempat terpisah salah satu pengurus Serikat Tolong Menolong (STM) Pasar Buah Berastagi Firmandus Ginting  Ketika di konfirmasi wartawan mengatakan  "Kami selaku pedagang di Pajak Buah Berastagi ini sangat mendukung kalau Kabupaten Karo ini menuju new normal, karena kalau masih terjadi penutupan objek wisata otomatis pendapatan kami sangat berkurang, bahkan bisa rugi besar, kenapa saya bilang bisa rugi besar.  Karena jualan kami ini gampang sekali busuk, apa lagi buah jeruk contohnya. Ketahanan atau kesegaran jeruk bisa cuma tahan beberapa hari. Ini objek wisata sudah kurang lebih 3 bulan penutupan,".

"Wah sudah sangat bahaya kali, jadi harapan kami, ada pun tamu wisata yang mau berkunjung ke Berastagi ini, kalau bisa janganlah di suruh putar balik, ya paling tidak kita suruh dia pakai masker atau di cek suhu tubuhnya, kalau mereka tidak pakai masker atau kurang vit, itu bisa kita suruh putar balik, atau ketika mau masuk ke Pajak Buah atau ke tempat wisata di wajipkan pakai masker atau cuci tangan sebelum memasuki ke Objek Wisata tersebut," ucap Ginting.(RT/TO)

Kadis Pariwisata Kabupaten Karo Munarta Ginting saat di konfirmasi wartawan

Facebook comments

Adsense Google Auto Size