Skip to main content
Walikota : Penerima Rasmie Ada Kriterianya
Walikota : Penerima Rasmie Ada Kriterianya

Perubahan Mekanisme, Walikota : Penerima Rasmie Ada Kriterianya

Kota Bengkulu, Tuntasonline.com -Walikota Bengkulu Helmi Hasan dan Wakil Walikota Dedy Wahyudi menjelaskan kepada masyarakat melalui live media sosial. Untuk meluruskan kesalahpahaman pada pendistribusian beras dan mie (Rasmie) tahap kedua di 9 Kecamatan yang ada di Kota Bengkulu, Jum'at (8/5/2020) Live ini berlangsung di Balai Kota.

Pada saat live tadi Helmi mengatakan bahwa pendistribusian rasmie pada tahap kedua ini nantinya ada perubahan atau evaluasi dalam penyerahannya tersebut.

“Disini saya bersama Wakil Walikota menjelaskan bahwa pada tahap kedua pendistribusian rasmie ada perubahan. Perubahan ini sesuai dengan instruksi Pemerintah Pusat melalui Mendagri untuk menyalurkan bantuan rasmie sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan,” sampai Helmi.

Helmi juga menjelaskan bahwa kriteria yang dimaksud terbagi menjadi 3 yaitu warga memiliki resiko sosial seperti keluarga miskin (kurang mampu) dan juga pekerja informal atau harian yang juga terdampak resiko sosial. Selain itu, juga diberikan kepada individu atau masyarakat yang memiliki resiko sosial akibat dampak Covid–19.

“Ya disini ada perubahan sesuai dengan instruksi Mendagri, kita akan memprioritaskan seperti warga miskin (tidak mampu), warga yang terkena dampak sektor informal contohnya seperti supir angkot, ojek, seniman dan lain lain. Serta warga yang beresiko sosial terdampak Covid–19,” jelas Helmi.

Selain itu, Helmi juga mengimbau kepada camat dan lurah untuk saling berkoordinasi saat pendistribusian supaya tidak ada kesalah pahaman nantinya.

“Kita imbau camat dan lurah melaui penjelasan ini agar tidak jadi kesalah pahaman lagi. Apabila ada warga yang KK dan KTP nya di Bengkulu tetapi dia sudah pindah di Kabupaten tidak diberikan karena akan memicu permasalahan nantinya. Dan juga seperti mahasiswa Papua kemaren dia terdampak tetapi dia tidak terdata untuk kali ini kita minta hal seperti ini dapat terakomodir karena ia juga terdampak dengan tidak bolehnya mudik ke daerah asal,” demikian Helmi. (P3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size