Skip to main content
Ilus
Ilustrasi Ist

Oknum Satpol PP Diduga Aniaya Anak Dibawah Umur

Tulang Bawang Barat, Tuntasonline.Com - WN Oknum Satpol PP Tubaba yang juga merangkap rentenir diduga main hakim sendiri terhadap Anak Dibawah Umur (ADU) (12 Th) warga di Kecamatan Tulang Bawang Udik Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba).

ADU harus menerima tindak kekerasan berupa tamparan oleh oknum rentenir yang juga merangkap sebagai Anggota Satpol PP yang diduga berkedok Koperasi Simpan Pinjam (KSP) pada Jum'at (13/3/2020) sekira pukul 10.30 WIB di kediamannya beberapa waktu yang lalu, mendapat perhatian khusus Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Tubaba.

"Besok dijadwalkan pemeriksaan oleh Polres Tubaba kepada terduga tindak kekerasan kepada anak dibawah umur itu, saya saat ini sedang berkoordinasi di Polres Tubaba," ujar Ari Tantaka, SH sekretaris LPA Tubaba mewakili ketua Edi Anwar, Selasa (17/3/2020) melalui sambungan telpon selulernya.

Lebih lanjut Ari Tabrakan SH mengatakan bahwa, korban saat ini mengalami trauma dan berdasarkan hasil Visum at Repertum sementara terdapat luka bengkak pada muka bagian sebelah kanan. Sehingga menurutnya korban sangat membutuhkan pendampingan dari LPA Tubaba.

Diberitakan sebelumnya berdasarkan  laporan polisi nomor LP/B-33/IV/2020/POLDA LAMPUNG/RES TUBA bahwa, terduga WN oknum Pol pp Tubaba 
diduga telah melakukan tindak kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Kepada wartawan korban ADU menceritakan bahwa, pada saat terlapor hendak mencari ibu korban, karena menagih hutang di kediamannya ternyata ibu korban tidak ada dirumah. Lalu terlapor menyuruh korban untuk mencari ibunya, setelah dicari oleh korban ternyata tidak ketemu.

"Bang ibu enggak ketemu," kata ADU kepada terduga pelaku. 

Namun dijawab pelaku. "Mencari berjam-jam enggak ketemu," kata korban meniru ucapan pelaku.

Merasa tidak puas dengan ucapan korban lalu pelaku kembali meminta korban untuk mencari kembali sang ibu yang di maksud pelaku.

"Pipi sebelah kanan Saya langsung di tampar abang itu, terus dia minta saya untuk mencari ibu lagi. Setelah saya cari enggak ketemu lagi saya pulang kerumah abang itu udah enggak ada lagi dirumah," cerita korban, usai melaporkan kejadiian yang ia alami ke polres setempat jumaat (13/3) lalu.

Sementara ibu korban TW mengaku memang oknum koperasi tersebut, sangat kasar ketika sedang menagih dirinya.

"Ya mas memang dia (terduga pelaku) itu sangat kasar Kalau dia nagih, sering marah-marah dengan saya kalau saya belum ada duit," ungkapnya.(HR)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size