Skip to main content
Kejari Labusel Diduga Hadirkan Saksi Pemberi Keterangan Palsu
Kejari Labusel Diduga Hadirkan Saksi Pemberi Keterangan Palsu

Kejari Labusel Diduga Hadirkan Saksi Pemberi Keterangan Palsu

Labuhanbatu, Tuntasonline.com - Kejaksaan Negeri Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) diduga hadirkan saksi yang berikan dalam keterangan palsu dalam persidangan dalam perkara narkotika jenis Shabu Shabu dengan nama tersangka yang berinisal HD warga Perumahan Mitra Halim Lingkungan Bedagai Kecamatan Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Demikian yang dikatakan oleh Penasehat Hukum dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aspirasi Rakyat Indonesia (Asri) Labuhanbatu Selatan (Labusel) yaitu Samsuten Ritonga ketika di temui wartawan di Lingkungan Pengadilan Negeri Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Selatan) Rabu (26/02/2020).

Lanjut Suten menceritakan yang terjadi didalam persidangan ketika Kejaksaan Negri Kota Pinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) dalam sidang saksi mengahadirkan saksi dari kepolisian yaitu Polres Labuhanbatu yang berikan keterangan palsu dalam persidangan.

"Saudara saksi apakah pada saat penangkapan pada hari minggu tanggal (29/09/2019) malam, di Jalinsum Perlabian Kecamatan Kampung Rakyat Kabupaten Labuhanbatu Selatan sekitar pukul 23:00 WIB tidak ada lagi selain terdakwa yang di tangkap, namun saksi yang di hadirkan oleh pihak kejaksaan Labuhanbatu Selatan menjawab tidak ada, hanya sendiri," ucap Suten yang menirukan ucapan di dalam saat persidangan.

"Lalu kami menunjukkan bukti surat pelepasan dari polres Labuhanbatu  terhadap istri dari klain kami yakni yang berinisial HD kepada majelis hakim, berarti pada saat di tangkap malam itu bukan hanya sendiri melainkan berdua bersama dengan istri," tuturnya. 

"Kenapa kejaksaan Negri  Labuhanbatu Selatab (Labusel) tidak cermat meniliti saat pelimpahan berkas barang bukti dan terdakwa dari kepolisian sebagai surat jaksasaan agung Republik Indonesia, Nomor : B- 401 /E/9/93 Sifat : Konfidensial 
Lampiran : 1 (satu) eksemplar 
Perihal : Pelaksanaan tugas 
Prapenuntutan, Jakarta, 8 September 1993," terangnya.  

Suten menambahkan, jikalau memang fakta persidangan yang berbicara dan berazaskan Tuhan yang maha esa untuk mencapai keadilan itu, sesuai dengan hukum negara ini, hakim dan jaksa wajib membebaskan terdakwa dari hukuman tuntutan demi mencapai keadilan yang sesungguhnya.

"Tapi jika kejoliman hukum yang mereka lakukan maka terdakwa akan di benam dengan penjara. Semoga keadilan di negri ini masih ada berdasarkan ketuhanan yang maha esa dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia," ujarnya. 

Bahwa fakta dalam persidangan 
Kejaksaan Labuhanbatu Selatan (Labusel) telah menghadirkan saksi-saksi polisi yg menangkap terdakwa pada saat peristiwa itu, setelah didalam persidangan saksi tidak memberikan keterangan yg benar di bawah sumpah.

Penasehat hukum berulang kali menanyakan kepada saksi, "Apakah saudara saksi-saksi saat menangkap terdakwa ini, dia ditangkap sendirian atau ada orang lain yg ditangkap saat kejadian itu? Lalu saksi-saksi menerangkan hanya sendiri terdakwa yang kami tangkap saat itu. Lalu kami pertanyakan kembali. Saudara saksi-saksi ingat kembali dulu. Apakah saat saksi-saksi menangkap terdakwa ini ada orang lain yang juga ditangkap disitu atau tidak? Saksi polisi tetap menjawab, hanya terdakwa saja yang kami tangkap. kami tanyakan kembali terhadap saksi-saksi, Apakah saksi-saksi tidak ikut menangkap istri terdakwa dan membawanya ke polres Labuhanbatu pada saat penangkapan itu serta saudara saksi-saksi juga menahan istri terdakwa selama 7 hari di polres? Saksi-saksi polisi jawab, Hanya terdakwa aja yg kami tangkap dan kami bawa ke polres," ujar Suten kembali menirukan ucapan saat di dalam persidangan.

"Setelah sidang berikutnya Penasehat hukum (PH) dari terdakwa yang berinisial HD memperlihatkan surat - surat pelepas istri terdakwa, maka Hakim dan jaksa terkejut dan persidangan hening terdiam semua pengunjung yang ada, Artinya saksi-saksi polisi yang dihadirkan oleh jaksa saat itu telah memberikan keterangan palsu untuk merugikan terdakwa biar bisa di hukum penjara, padahal terdakwa dan istrinya saat itu tidak mengetahui bahwa Narkoba yang di maksud didalam kotak paket obat itu adalah Narkoba jenis sabu-sabu," paparnya. 

Polisi menemukannya Barang Haram tersebut bukan ada pada dirinya terdakwa dan istrinya, tapi barang itu di temukan polisi 3 KM di tempat yg berbeda jauh dari pengkapan terdakwa.

"Istilah dalam keadilan yang sesungguhnya adalah "LEBIH BAIK KAMI MELEPASKAN 1000 ORANG YANG BERSALAH DARIPADA MENGHUKUM 1 ORANG YANG TIDAK BERSALAH" semoga kata-kata ini berlaku kepada terdakwa "
HD" bisa bebas dari hukum dan tuntutan Hakim dan Jaksa," ujarnya.

Sehingga seharusnya hari ini pada tanggal (26/02/2020) adalah sidang tuntutan terhadap klien kami yaitu HD, tapi kenapa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) meminta kepada majelis hakim agar di tunda sidang tuntutan agar menghadirkan saksi kembali dari polres Labuhanbatu pada hari rabu depan (04/03/2020) dengan saksi verbalisan. 

Menurut Suten, saksi verbalisan adalah saksi penyidik yang berfungsi untuk menguji bantahan terdakwa atas kebenaran berita acara pemeriksaan (BAP). Dan dasar dari adanya saksi verbalisan ini belum diatur dalam peraturan perundang-undangan yang ada, namun banyak ditemui dalam praktik.

"Jika memang ada keteledoran atau kecerobohan jaksa dalam hal persidangan yang dapat merugikan terdakwa, dan kami akan pelajari dulu untuk melaporkan ke JAM WAS dan Pengaduan ke Komisi Kejaksaan Republik Indonesia," tandasnya.

Sementara itu Kapala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejaksaan Labuhanbatu Selatan (Labusel) Simon Morrys Sihombing ketika di konfirmasi wartawan melalui via telpon seluler Rabu (26/02/2020) mengatakan, "Tidak ada yang palsu, terkait keterangan itu saya tadi juga sudah memerintahkan jaksa untuk meminta kepada hakim untuk kita hadirkan saksi Verbalisan minggu depan," terang Kasipidum.

Di tempat terpisah Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP I Kadek Hary Cahyadi ketika di konfirmasi melalui pesan whats App menjawab "Kami cek dulu mbak," sebutnya dengan singkat.

Menanggapi hal ini, salah seorang Mahasiswa dan aktivis Labuhanbatu yakni MP memberikan komentar terkait Kejaksaan Negri Labusel diduga hadirkan saksi yang berikan keterangan palsu dalam persidangan.

"Apabila memang betul kejaksaan negri Labusel diduga hadirkan saksi yang berikan keterangan palsu dalam persidangan maka kami akan adakan aksi damai di depan kantor Kejaksaan Negri Labusel sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama bagi para pencari keadilan, dan kami akan meminta dalam tuntutan agar mencopot Kasupidum Kejaksaan Negeri Labusel yang diduga tidak becus dalam menegak kan supremasi hukum, mana yang benar dan mana yang salah," katanya dengan tegas. (IS/SR/Team).

Facebook comments

Adsense Google Auto Size