Skip to main content
Kep
Kepala DKP Kota Bengkulu Syafriandi

DKP Berhasil Usulkan Bantuan Mesin Kapal BBG

Kota Bengkulu, Tuntasonline.com - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Bengkulu patut diapresiasi karena berhasil mengusulan bantuan dari pusat untuk masyarakat Nelayan Kota Bengkulu. Bantuan tersebut diperoleh langsung dari Kementerian ESDM, berupa mesin kapal berbahan bakar gas (BBG) yang merupakan mesin converter dari BBM ke BBG.

Kegembiraan ini langsung disampaikan oleh Kadis DKP, Syafriandi, ia mengatakan dirinya baru saja pulang dari Kementerian ESDM di Jakarta pada hari ini Selasa (25/2/2020).

“Sesuai dengan yang kita usulan ke Kementerian ESDM sebanyak 233, usulan tersebut langsung di akomodir dan rencananya 233 mesin kapal BBG itu akan dikirim bulan Juni untuk kemudian disalurkan kepada para nelayan sesuai permintaan melalui proposal yang diterima,” jelasnya.

Sambungnya, dengan adanya mesin kapal BBG, maka nelayan bisa menghemat bahan bakar hingga 35 persen dibandingkan dengan mesin yang menggunakan BBM.

“Artinya penggunakan mesin kapal BBG itu nelayan bisa mengurangi biaya untuk mereka melaut, sesuai visi misi Walikota Bengkulu Helmi Hasan menghadirkan kebahagiaan ditengah-tengah masyarakat,” ujar Syafriandi.

Lanjutnya, setelah semua di akomodir oleh kementerian maka kita saat ini sudah memasukkan proposal untuk pembuatan pabrik batu es, sesuai yang diinginkan oleh masyarakat Kota Bengkulu.

“Dan sekarang kita juga sudah masukkan proposal untuk pembangunan pabrik es sesuai dengan kebutuhan nelayan Kota Bengkulu. Sebab nelayan pada saat melaut ikannya lumayan banyak sehingga kita membutuhkan es balok sekitar 250 ton, yang baru terpenuhi sekarang ini baru 75 ton,” kata Syafriandi.

Untuk lokasi pabriknya nanti, ungkap Syafriandi, pihaknya sudah siapkan lahan di dekat TPI. Bahkan nelayan juga sudah siapkan lahan di kawasan Kampung Melayu untuk bangunan pabrik es. Selain itu, kita juga mengajukan bantuan kapal monitoring kepada Kementerian DKP.

“Ya, ini sedang kita jajaki mudah-mudahan nanti ada bantuan kapal yang memang bisa kita manfaatkan untuk monitoring sehingga apapun yang terjadi di laut terhadap nelayan bisa kita antisipasi. Ini juga bisa kita gunakan untuk transportasi ke pulau tikus,” pungkasnya

Dilansir sebelumnya DKP untuk mendorong program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG), dalam upaya pemerintah untuk memberikan solusi penyediaan energi alternatif yang ramah lingkungan khususnya kepada para nelayan. Adapun penyaluran bantuan 145 paket peralatan (mesin) perorangan, ditahun 2019 yang lalu.

“Konversi BBM ke BBG untuk kapal penangkap ikan bagi nelayan sasaran terdiri dari beberapa komponen, yakni mesin penggerak, konverter kit, as panjang, baling-baling, dua buah tabung LPG 3 kg, as panjang dan baling-baling, serta aksesoris pendukung lainnya,” ujar Syafriandi DKP Kota Bengkulu

Semenetara, Bayu Satria Pratama, S.T., MEM., sebagai Kepala Subdirektorat Niaga Minyak dan Gas Bumi mengatakan, program tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan kemudahan akses energi dan memberikan pilihan kepada para nelayan atas sumber energi yang dipergunakan.

“Program ini bertujuan untuk menghemat pengeluaran biaya bahan bakar nelayan, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Bayu Satria Pratamadalam sosialisasi Pelaksanaan Konversi BBM ke BBG, di Balai TPI Kota Bengkulu, Rabu (27/11/2019) yang lalu.

Kriteria nelayan yang mendapatkan paket konverter kit BBM ke BBG sesuai Perpres No.38 Tahun 2019 tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Penetapan Harga LPG untuk Kapal Penangkap Ikan bagi Nelayan.

“Kriteria tersebut antara lain adalah nelayan yang memiliki kapal ukuran di bawah 5 Gross Tonnage (GT) dan memiliki daya mesin di bawah 13 Horse Power (HP),” pungkasnya.

Begitu juga Tri Husodo Menager Pertamina mengatakan dengan konversi BBM ke BBG ini dapat menghemat bahan bakar lebih, kalau menggunakan BBM nelayan bisa menghabiskan 7-8 liter/hari, sedangkan menggunakan satu tabung gas 3kg bisa bertahan 10 jam 1-2 hari, ini jelas sangat menguntungkan bagi nelayan nantinya. (P3)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size