Skip to main content
Lawan Radikalisme Formapabel Gelar Diskusi
Lawan Radikalisme Formapabel Gelar Diskusi

Lawan Radikalisme, Formapabel Gelar Diskusi

Bengkulu, TuntasOnline.com - Forum Mahasiswa dan Pemuda Basemah Libagh (Formapabel)  Komisariat Universitas Bengkulu (Unib) selenggarakan diskusi publik bertemakan Penangkalan Radikalisme.


Bertempat di Cafe Kinanda, Mahasiswa yang berasal dari Kota Pagaralam ini berinisiatif mengadakan diskusi publik dengan mengundang Forum Koordinasi Penangkalan Radikalisme (FKPT) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu sebagai pemateri, Minggu (23/02/2020).


Dedi Haryadi Kepala Bidang  pemuda dan pendidikan FKPT Bengkulu memaparkan bahwa usia produktif seringkali menjadi sasaran utama bagi penyebaran paham radikal, yang berujung dengan direkrutnya sebagai bagian dari teroris.

 

"Sejatinya remaja adalah orang yang paling rentan direkrut teroris, alasanya berada pada latar belakang yang beragam. Misalnya masalah keluarga ekonomi yang berdampak pada peralihan remaja putus sekolah dan mencari pelarian yakni sebagai pelaku atau aktor teroris," kata Dedi dalam pemaparan materi


Tak ketinggalan, di era 4.0 ini teroris juga menggunakan media elektronik sebagai salah satu jalan untuk merekrut anggota-anggota barunya.


"Mengapa teroris menggunakan media maya, itu karena mudah diakses tidak ada kontrol, audiensi yang luas, kecepatan informasi, media interaktif dan mudah disebarkan," pungkasnya.

Agama sebagaimana termaktub dalam butir Pancasila pertama yakni Ketuhanan yang Maha Esa, semestinya keberagaman dalam beragama menjadikan masyarakat semakin berwarna khususnya dalam persatuan dan kesatuan.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Bengkulu Khoirul Sulaiman mengungkapkan bahwa Islam yang inkslusif menambah tolerasi kepercayaan antar umat beragama, yang bisa mengubah konteks agama garis keras menjadi lebih humanis sehingga sangat jauh dari pemahaman radikal dan semakin memperkuat persatuan ditengah masyarakat yang multikultur.


"Ajaran Islam yang inkslusif menambah tolerasi kepercayaan antar umat beragama, yang bisa mengubah konteks agama garis keras menjadi lebih humanis, bernilai persatuan dan damai sehingga menjauhkan diri dari kata dan pemahaman radikal," kata Khorul.

 

Ketua Umum Formapabel Komisariat Unib berharap dengan adanya Dialog Publik ini bisa menambah wawasan tentang seberapa bahaya nya paham radikalisme yang sedang melanda sebagain dari masyarakat indonesia dan selaku pemuda dirinya mengajak semua pemuda dan pemudi untuk menjadi tonggak utama dalam menolak paham radikalisme.


"Harapannya semoga dengan kegiatan diskusi publik ini, bisa menambah wawasa tentang seberapa bahaya nya paham radikalisme, dan kita sebagai pemuda haruslah menjadi tonggak utama dalam menolak paham radikalisme, karena paham radikalisme  sangat bertentangan dengan ideologi kita pancasila," kata Tio.


Dalam diskusi ini, Turut hadir Forum Organisasi Mahasiswa kedaerahan se- Provinsi Bengkulu dan beberapa Himpunan Mahasiswa dari Universitas Bengkulu. (Mic)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size