Skip to main content
Kasi Intel Kejari Rizal Edison
Kasi Intel Kejari Rizal Edison

Kejari Telusuri Dugaan Melawan Hukum Terkait Proyek Alun-alun Berendo

Bengkulu,Tuntasonline.com - Tim Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu kembali memanggil tiga orang terkait dugaan gratifikasi pada pembangunan proyek Alun Alun Berendo Kota Bengkulu tahun 2019 yaitu Benni Irawan selaku Mantan Kepala Dinas (Kadis) Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bengkulu, Ma'as Syabirin selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Endri Agustomi selaku Konsultan Pengawas sekaligus direktur PT Civarligma Enggeneering, Senin (10/2/2020).

Kepala Kejari Bengkulu, Emilwan Ridwan melalui Kasi Intel Rizal Edison mengatakan pemanggilan sebenarnya dilakukan terhadap semua orang yang sebelumnya dipanggil namun hanya tiga orang yang bisa hadir memenuhi panggilan penyidik. Pemanggilan tersebut untuk mengetahui benang merah terkait unsur dugaan melawan hukumnya dalam pembangunan proyek Alun Alun Berendo tersebut.

“Benar hari ini kita sudah panggil, sebenarnya sudah dipanggil semua tapi yang hadir hanya tiga orang, itu kita periksa lagi tentang benang merahnya, benang merah dari unsur perbuatan melawan hukumnya,” kata Rizal.

Sejauh ini untuk ekpose perkara selanjutnya penyidik akan menyelesaikan pemeriksaan terlebih dahulu. Setelah itu, baru ekpose kedua kalinya akan dilakukan dan hasil dari ekpos itu nanti akan didalami lagi.

“Kita periksa dulu semua baru nanti kita ekspos lagi ke tim apa hasilnya nanti kita lihat lagi ke tim,” ucap Rizal.

Penyelidikan dugaan gratifikasi kurang lebih 2 Milyar rupiah pada proyek Alun-alun Kota Bengkulu tahun 2019 berawal dari laporan Amiruddin Murtuza Kuasa Direktur PT Karya Duta Mandiri Sejahtera, ke Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI). Namun diketahui laporan Amiruddin tersebut dicabut dengan alasan permasalahan itu telah diselesaikan secara kekeluargaan dari pihak Endri Agustomi Direktur PT Civarligma Enggeenering selaku konsultan pengawas proyek. Namun pencabutan laporan itu tidak membuat penyidik menghentikan pengusutan kasus melainkan penyelidikan terus dilakukan. 

Diketahui, pembangunan proyek Alun Alun Berendo 2019 itu masa pekerjaannya sesuai di kontrak 150 hari kerja, dengan pagu anggaran sebesar Rp22 miliar, namun dalam kontrak pelaksanaannya sebesar Rp20 miliar lebih dan dikerjakan oleh PT Karya Duta Mandiri. Namun diduga pekerjaan tersebut tidak selesai tepat waktu. [Coy]

Facebook comments

Adsense Google Auto Size