Skip to main content
Pengaspalan Jalan Desa Kentara Diduga Tidak Sesuai RAB
Pengaspalan Jalan Desa Kentara Diduga Tidak Sesuai RAB

Pengaspalan Jalan Desa Kentara Diduga Tidak Sesuai RAB

DAIRI, TuntasOnline.Com - Pekerjaan pengaspalan Jalan desa Kentara Kecamatan Lae Parira Kabupaten Dairi diduga tidak sesuai Rancangan Anggaran Biaya (RAB), mutu dan kualitasnya diragukan, sehingga pekerjaan aspal yang baru berusia beberapa bulan itu sudah ditumbuhi rumput.

Pekerjaan pengaspalan tersebut dari Program Dana desa Total yang diposkan khusus Pengaspalan Jalan, Anggarannya mencapai (Rp. 348.264.000) dengan panjang 440 Meter.

Diduga dalam Pengerjaanya asal-asalan sebab kurangnya pemadatan serta campuran aspal yang kurang, dalam Juknis Lapis Penetrasi (Lapen).

Tokoh masyarakat desa Kentara inisial RH(45) mengatakan, “Mungkin aspal sangat tipis dan material lainnya banyak yang dikurangi sehingga kwalitas jalan tersebut diragukan, kami sebagai masyarakat pengguna manfaat jalan tersebut merasa sangat kecewa,".

Lanjut RH, bahwa TPK pengaspalan jalan itu merupakan anak kandung dari kepala desa tersebut.

"Jadi semakin kuat dugaan kami ada nya korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) di desa kami ini pak, bahkan RAB Dana Desa pun tidak pernah kami lihat," ungkapnya.

"Kita mengetahui KKN harus diberantas Di negeri ini, sekecil apapun perilaku korupsi, tetap tidak boleh dilakukan. Pun dengan kolusi serta nepotisme juga termasuk perbuatan yang dilarang," katanya. 

Kepala Desa Kentara MP Togatorop diduga sudah melanggar UU Nomor 30 tahun 1998 tentang pemberatasan korupsi, kolusi dan nepotisme.

Diduga kepala desa Kentara Sudah melanggar Permendagri Nomor 113 tahun 2014 tentang pedoman pengelolaan keuangan desa, pasal 2 yang menegaskan, terkait asas-asas dalam pengelolaan dana desa.

Dalam pasal tersebut diantaranya transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran.


“Seharusnya masyarakat berhak mengetahui RAB dari dana desa, bukan hanya papan pengumuman yang berisi plot pembangunan dana desa saja,” ujarnya. 

Ketika ingin dikonfirmasi Rabu (22/1/2020), kepala desa Kentara, Kecamatan Lae parira, kabupaten Dairi tidak berada dikantor, ketika dihubungi via selular nomornya tidak aktif sampai berita naik kemeja redaksi.

Dalam hal ini jelas bilamana suatu pekerjaan proyek Dana Desa yang di biayai oleh uang negara, hasilnya tidak sesuai dengan (RAB) dan merugikan pemerintah, penegak hukum dalam hal ini harus bertindak tegas jika sudah ada hal yang menyimpang dalam penggunaan Uang Negara.(RT/Hanafi/TO)

ADS1

Facebook comments

Adsense Google Auto Size