Skip to main content
Konfere
Konferensi Pers Polres Rejang Lebong

Hilang Sejak November, Berikut Kronologis Pembunuhan Pelajar di Curup

Rejang Lebong, TuntasOnline.Com - Peristiwa Dugaan pembunuhan siswi SMA berinisial A (15) warga kelurahan Sukaraja, kecamatan Curup Timur, yang dikabarkan hilang sejak November 2019 lalu, saat ini tengah hangat hangatnya diperbincangkan di tengah masyarakat, khususnya di kabupaten Rejang Lebong (RL).

Siswi SMA tersebut dibunuh oleh seorang sopir angkot Yo (32) warga kelurahan Talang Ulu, kecamatan Curup Timur. Berikut kronologis dan pengakuan pelaku saat mengeksekusi korbannya dari pertemuan hingga pembunuhan sampai membuang jasad korban ke bawah jembatan sungai desa Air Merah, kecamatan Curup Tengah.

Informasi terhimpun, peristiwa tersebut  bermula pada pukul 16.00 wib, Jum'at 8 November 2019. Pelaku menelpon korban via WhatsApp, memintanya untuk mengantar kado ulang tahun, yang akan diberikan pelaku ke seorang perempuan inisial P. Namun, korban baru bisa mengantar kado tersebut pada pukul 17.30 wib, lantaran korban mesti mengikut latihan menari terlebih dahulu.

Setibanya, korban di rumah pelaku, saat itu korban pergi ke rumah pelaku mengendarai sepeda motor jenis Scoopy warna hitam miliknya, lantas korban pun dipersilahkan masuk oleh pelaku ke rumahnya dan duduk di kursi ruang tamu. Saat itu, pelaku langsung mempersiapkan isi kado yang berupa pakaian, 1 celana levis pendek warna biru dan kaos oblong warna hijau lengan pendek yang akan diberikan kepada P. Lalu pelaku meminta korban untuk membungkus kado tersebut dan meminta korban sendiri yang mengantar kado tersebut ke saudari P, pada tanggal 12 November nanti.

Setelah itu, korban mengatakan ke pelaku, jika ia ingin meminum air mineral. Lantas, pelaku pun, mengatakan ambil saja sendiri ke belakang di dapur. Saat korban ke Dapur, muncul niat pelaku untuk menguasai atau mengambil motor korban yang terparkir di teras rumahnya. Iapun, langsung menyusul korban ke dapur dan langsung mendekap leher korban dengan tangan kanan dan memegang tangan kiri korban dengan tangan kirinya, lalu menarik korban dan mendudukannya di kursi dapur.

Kemudian ia mengatakan ke korban jangan teriak teriak, lantas korban pun hanya dapat mengangguk, lalu pelaku mengambil tali yang plastik yan tidak jauh dari tempatnya berdiri dan mengikat kedua tangan korban ke belakang kursi. Setelah itu, pelaku meninggalkan korban untuk pergi ke garasi mobil rumahnya, untuk mengambil tali kabel warna hitam dan kembali lagi ke tempat korban untuk mengikat kaki korban, lalu pelaku membawa korban ke dalam mobil pelaku yang ada di dalam garasi.

Usai waktu maghrib, lantaran pelaku khawatir istrinya pulang dan melihat aksinya, iapun memasukkan motor korban ke dalam garasinya dan mengeluarkan mobil angkotnya jenis Daihatzu Zebra Nopol BD 1020 GL, warna biru tua. Dan pergi ke rumah saksi Gu, warga Kelurahan Talang Ulu, yang tidak jauh dari rumahnya, kemudian pelaku langsung membawa korban masuk ke rumah Gu dan mengatakan jika ia menitip korban terlebih dahulu. Gu pun heran dan bertanya kenapa korban diikat, pelakupun mengatakan jika ayah korban ini ada hutang, kalau sudah dilunasi baru ia kembalikan. Gu pun mengatakan letakkan saja di kamar belakang. Langsung pelaku membawa korban ke kamar belakang rumah Gu dan mengikat korban, di tiang ranjang dan mulutnya disumpal dengan lap tangan yang diikat dengan tali karet bekas ban dalam motor.

Setelah itu, pelaku pamit kepada Gu, bahwa ia mau mengantar penumpang terlebih dahulu, namun pelaku mengaku ia menggunjal atau mengambil rokok di Desa Tasikmalaya, Curup Utara dan mengantar ke beberapa tempat, mulai dari desa Duku Ulu, kelurahan Tempel Rejo, desa Pekalongan dan terkahir ke desa Teladan.

Usai ia mengantar rokok, sekitar pukul 24.00 wib pelakupun kembali ke rumahnya dan langsung menuju kediaman Gu, untuk menjemput korban kembali, dan mengatakan ke Gu jika ia mengembalikan korban ke rumah orang tuanya. Sehabis melepas ikatan dari kaki ranjang di kamar belakang rumah Gu dan melepas sumpalan mulut korban, pelaku langsung membawa korban ke rumahnya, saat pelaku tengah mau membuka pintu rumahnya untuk membuka garasi rumahnya, korban pun berteriak minta tolong berkali - kali, usai membuka garasinya pelaku langsung menuju ke korban dalam mobil dan mencekiknya hingga korban tak sadarkan diri dan meninggal. Setelah itu, pelaku menyandarkan korban di bagian dalam belakang mobilnya dannia tinggalkan untuk makan dan minum kopi.

Kemudian sekitar pukul 02.00 wib. Pelaku kembali ke dalam mobil dan memastikan jika korban sudah tak bernyawa lagi. Lalu, ia langsung melepas beberapa perhiasan korban, seperti anting anting, kalung dan juga cincin dan jam tangan korban. Setelah itu ia langsing melucuti seluruh pakaian korban hingga tak berbusana, dengan alasan untuk memasukkan nya ke dalam karung lebih mudah dan membungkus kepala korban dengan kantong plastik. Lalu, mengikat karung tersebut dengan tali plastikan.

Terakhir, pelaku langsung membawa korban keluar yang sudah dimasukkannya ke dalam karung tersebut dengan menggunakan mobilnya. Setibany di kelurahan Kesambe Baru. Muncul niat pelaku untuk membuang korban ke bawah jembatan desa Air Merah. Sebelum tiba di jembatan, pelaku membuang pakaian korban di pinggir jalan. Baru setelah itu ia membuang jasad korban ke bawah jembatan sungai desa  Air Merah. Setelah itu, pelaku langsung memutar mobilnya dan kembali pulang.
 
Berikut merupakan pengakuan pelaku yang disampaikan dalam Pers Rilis di Mapolres Rejang Lebong, Kamis (23/01/2020) pukul 09.30 wib.

Kapolres Rejang Lebong, AKBP Jeki Rahmat Mustika, menyampaikan, semua pengakuan korban masih akan dilakukan penyidikan lebih lanjut. "Memang hingga saat ini, pelaku tidak mengakui adanya mutilasi korban dan pencabulan korban, tapi pihak penyidik masih akan terus menggalih informasi dari pelaku dan beberapa saksi lainnya," tegasnya.

Sebelumnya, Rabu (22/01/2020), pihak Polres Rejang Lebong dibantu beberapa stake holder, seperti Detasemen Brimob A Pelopor dan Kodim 0409 RL dan dibantu beberapa masyarakat dan keluarga korban, berhasil menemukan tengkorak kepala yang diduga korban, di sekitar lokasi sungai jembatan Air Merah. Saat ini, tengkorak tersebut tengah dilakukan identifikasi atau otopsi lebih lanjut di Rumas Sakit Bhayangkara Bengkulu. "Kita masih menunggu hasilnya, apakah tengkorak tersebut adalah korban atau bukan," pungkas Kapolres.(Ade) 

ADS1

Facebook comments

Adsense Google Auto Size