Skip to main content
Kaja
Kajari Bengkulu Emilwan Ridwan SH MH

Kasus Aset Pemkot, Kejari Temui Kendala Perhitungan Kerugian Negara

Bengkulu, Tuntasonline.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu terus mengusut kasus dugaan penyimpangan aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu di Perumnas Korpri Kelurahan Bentiring kota Bengkulu seluas 8,6 hektar.

Dalam hal ini, tim penyidik mendapat kendala terkait dengan perhitungan kerugian keuangan negara. Setelah meminta bantuan kepada beberapa pihak terkait guna melakukan perhitungan kerugian keuangan negara, yang dalam ini pihak Kejari telah berkoordinasi dengan pihak BPKP Bengkulu. Saat diwawancarai di Kejari, Jum'at (13/12/19).

Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan, S. H., M. H mengatakan, secara pemberkasan hampir rampung akan tetapi terkendala dengan perhitungan kerugian negara.

“Iya, terkait dengan penanganan lahan aset Pemkot ini sebenarnya kalau secara pemberkasan kita hampir rampung, tapi kita ada sedikit kendala dengan perhitungan kerugian negara. Tetapi dalam waktu dekat kita akan meminta keterangan dari ahli keuangan negara, " ujar Emilwan.

Kemarin, pihak Kejari telah mengirimkan surat untuk meminta bantuan kepada kementrian keuangan melalui Dirjen Perbendaharaan Negara.

Emilwan juga menambahkan, dalam waktu dekat pihaknya dan pihak terkait akan mencoba mencocokkan cara pandang dulu. Sehingga nantinya mudah-mudahan di bulan Januari 2020 ada perkembangan yang positif serta penunjukkan ahli keuangannya. Karena kemarin seluruh saksi telah diperiksa, sekarang Kejari tinggal menambah keterangan dari ahli untuk memperkuat jumlah kerugian keuangan negara dan akan segera ditetapkan tersangka. (Riadi, S).

Facebook comments

Adsense Google Auto Size