Skip to main content
Kaso
Kasi Penkum Marthen Luther SH MH

Kejati Usut Dugaan Korupsi Proyek Pengerjaan Pengaman Abrasi Pantai

Bengkulu, Tuntasonline.com - Tim Penyidikan Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu terus mengusut kasus dugaan korupsi proyek pengerjaan pembangunan pengaman abrasi Pantai di Desa Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko. 

Pengaman abrasi yang dikerjakan secara bertahap atau multiyer dimulai tahun 2017 sampai 2018 tahun Jamak oleh Kementerian PUPR bidang Sumber daya Air dengan sumber dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp. 90 miliar terkontrak 87 miliar dengan PT. Berantas Adi Praya yang merupakan anak dari BUMN dan diduga pengerjaan proyek tidak sesuai spesifikasi di Pantai di Desa Pasar Ipuh, Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko. 

Saat ini, Tim Pidsus Kejati masih mengumpulkan keterangan dan alat bukti. Serta turun ke lapangan untuk mengecek fisik dari kegiatan tersebut. 

Saat diwawancarai di Kantor Kejati, Kamis (28/11/2019). Kepala Kejati Bengkulu Amandra Syah Arwan melalui Kasi Penkum Marthin Luther mengatakan, dalam penyidikan kasus tersebut tim penyidik sudah memanggil beberapa orang dari pihak PT Brantas Adi Praya yang merupakan anak dari BUMN dan sejumlah pihak terkait lainnya.

“Saat ini Tim Pidsus Kejati kembali memanggil beberapa orang untuk diperiksa. Dalam Hal ini keterangan saksi masih dibutuhkan,” ujar Marthin.

Marthin juga menambahkan “Penyidik masih mengembangkan ini, mungkin kalau sudah melakukan pemeriksaan fisik selanjutnya akan di audit, sementara ini kita belum mengirimkan itu".

Hingga saat ini, Tim Pidsus akan terus memanggil pihak terkait dan mengumpulkan keterangan serta what bukti guna untuk audit kerugian negara dan mengirimkan surat kepada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (Riadi,S)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size