Skip to main content
PTISI ULB Gelar Seminar Anti Korupsi dan FGD
PTISI ULB Gelar Seminar Anti Korupsi dan FGD

PTISI ULB Gelar Seminar Anti Korupsi dan FGD

Labuhanbatu, Tuntasonline.com - Pusat Studi Anti Korupsi (PTISI) Universitas Labuhanbatu (ULB) adakan Seminar Nasional Anti Korupsi serta Forum Group Discussion (FGD) Antar Lembaga. Kegiatan dilaksanakan di ruang seminar Universitas Labuhanbatu, Kamis (21/11/2019).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Labuhanbatu Ade Parlaungan Nasution, Penasehat wadah pegawai KPK RI (Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia) Nanang Farid Syam, perwakilan dari Polres Labuhanbatu Kasat Binmas AKP Edi Sidauruk, para pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu dan seluruh dosen Universitas Labuhanbatu.

Seminar yang diadakan oleh Pusat Studi Anti Korupsi (PTISI) Universitas Labuhanbatu serta Forum Group Discussion (FGD) Antar Lambaga itu mengangkat tema “Membangun Kesadaran Moral Terhadap Pencegahan Korupsi”.

Nanang Farid Syam, dalam penyampaiannya di seminar tersebut mengatakan korupsi menjadi perhatian dan musuh bersama saat ini. Maka, perlu penanaman kesadaran dalam diri untuk pencegahan tindak korupsi yang sudah merajalela.

“Pemberantasan korupsi bukan hanya dengan menangkap para koruptor atau tindakan semisalnya. Melainkan bagaimana cara mencegah tindak pidana korupsi agar tidak terulang pada masa yang akan datang,” papar Nanang.

Dalam memberantas korupsi, lanjut Nanang, lebih ditekankan pada pengembangan moralitas yang dapat menentukan tingkah laku seseorang untuk berlaku jujur, adil dan bertanggung jawab. Selain itu, untuk meningkatkan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar agama dan pendidikan anti korupsi.

Nanang juga menjelaskan, korupsi itu terjadi ada dua persepktif. Kedua perspektif itu yakni, korupsi karena kebutuhan dan keserakahan. “Ini dua persektif yang sering terjadi. Sehingga korupsi ini terjadi karena adanya niat dan kesempatan. Dan korupsi itu hasil perkawainan antara orang ke orang, antara instansi ataupun lembaga. Dan korupsi itu dilakukan bukan hanya satu orang,” jelasnya.

“Fakta korupsi dari tahun 2004-2017 hampir 75% korupsi itu terjadi di bidang jasa. Seperti pembangunan gedung. Selain itu korupsi tidak mengenal jenis kelamin,” tandasnya. (sr)

ADS1

Facebook comments

Adsense Google Auto Size