Skip to main content
Suasaan
Suasana Konferensi Pers Polres Bengkulu

Anggota Satpol PP Diciduk Polres Bengkulu

Bengkulu, Tuntasonline.com - Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Bengkulu membekuk salah seorang Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) inisial MM warga Kelurahan Kampung Bali bersama rekannya MA warga Kelurahan Pagar Dewa, Kota Bengkulu. Lantaran diduga dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan obat jenis Samcodin dengan jumlah yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, kasiat kemanfaatan dan mutu atau ilegal kepada masyarakat.

Atas informasi dari masyarakat, petugas langsung melakukan penyelidikan terhadap seorang terduga pelaku peredaran obat-obatan secara besar-besaran tersebut.

Ditengah penyelidikan, pada saat itu terdapat seorang laki-laki yang hendak melakukan transaksi. Dalam waktu yang bersamaan anggota kepolisian langsung melakukan penangkapan dan dibawa ke Mapolres.

Saat konferensi pers di Mapolres, Kamis (14/11/19). Kapolres Bengkulu, AKBP Prianggodo Heru Kun Prasetyo melalui Wakapolres Bengkulu Kompol I Gusti Adi Wirawan didampingi Kasat Reskrim AKP Indramawan Kusuma mengatakan, penangkapan kedua terduga pelaku berdasarkan laporan masyarakat bahwa di Kawasan Kelurahan Pasar Melintang, Kota Bengkulu. Ada seorang laki-laki yakni MM yang menjual obat jenis Samcodin di warung manisan. 

Setelah dilakukan penangkapan, kemudian dilakukan introgasi kepada laki-laki tersebut serta memeriksa 1 buah kantong plastik yang dibawanya. Setelah dibuka ternyata plastik warna hitam tersebut berisi 20 kotak obat jenis Samcodin dan laki-laki tersebut mengaku obat tersebut ia dapat dari MA.

Setelah pengakuan itu dikembangkan, anggota akhirnya berhasil menangkap MA yang merupakan salah seorang anggota Satpol PP di Kawasan Kampung Bali yang saat itu sedang membawa 1 buah kardus berisi obat Samcodin sebanyak 200 kotak. 

Selanjutnya MA pun segera dibawa ke Mapolres Bengkulu. Disitu MA mengaku bahwa sebelumnya pernah melakukan penjualan obat jenis Samcodin tersebut.

“Samcodin sendiri memiliki kandungan dextromethorphan yang dimana apbila disalah gunakan, efeknya akan sama dengan penggunaan narkoba,” kata I Gusti. 

Sambung I Gusti, “Mereka menjual ada per sachet dan per kotak. Kita masih mengembangkan kembali karena kemungkinan ada hubungannya dengan penyalahgunaan obat-obatan".

Berdasarkan tindak pidana tersebut, kedua tersangka dijerat Pasal 98 ayat 2 atau pasal 198 Jucto 108 ayat 1 Undang Undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman 10 tahun penjara. (Cw3)

ADS1

Facebook comments

Adsense Google Auto Size