Skip to main content
Rektor
Rektor Universitas Bengkulu

Rektor UNIB Tanggapi Aksi 17 Dosen dan Ribuan Mahasiswanya

Bengkulu, TuntasOnline.com - Rektor Universitas Bengkulu (Unib) Angkat bicara soal aksi 24 September 2019, pada saat ribuan mahasiswa Unib turun ke jalan untuk menyuarakan hak rakyat diduga ada 17 Dosen Unib juga terlibat pada aksi tersebut. Kamis, (26/09/2019)

 

Dalam aksi Aliansi Gerakan Pemuda Raflesia di Bengkulu yang mencapai lebih dari 10.000 masa pada (24/09) yang sebagian besarnya adalah Mahasiswa Universitas Bengkulu dan disinyalir ada keterlibatan 17 Dosen Unib membawa lambang Perguruan Tinggi.


Rektor Universitas Bengkulu Dr. Ridwan Nurazi Mengatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak pernah melarang mahasiswanya untuk turun aksi ke jalan.

 

"Saya kepada semua organisasi yang ada di kampus ini, tidak pernah melarang mereka untuk melakukan aksi/demo," kata Ridwan.

Bahkan Ridwan Nurazi sempat menyampaikan kepada mahasiswanya setiap melantik BEM  (Badan Eksekutif Mahasiswa atau ORMAWA (Organisasi Kemahasiswaan) selama mahasiswanya berkuliah di kampus Unib boleh menyampaikan pendapat dan bahkan menggunakan pengeras suara.


"Setiap saya melantik BEM atau  ORMAWA Saya sampaikan bahwa anda selama berkuliah di Universitas Bengkulu ini boleh manyampaikan aspirasi, boleh manyampaikan keinginan, menyampiakan koreksi terhadap apa yang dilakukan di dalam kampus ini, anda (mahasiswa) berteriak pakai toa (pengeras suara) boleh, silahkan saja," kata 
Ridwan Nurazi Saat ditemui wartawan TuntasOnline.com di Ruang Kerja Kekertaris Rektor Unib.


Namun beliau sangat melarang apabila terjadi pengerusakan aset negara, ia mengungkapkan bahwa apabila tejadi pengerusakan aset negara hal itu tentunya akan mencederai nilai dari aksi tersebut.

 

"Tetapi yang tidak boleh adalah merusak aset negara, selama anda merusak aset negara berarti anda mencederai  apa yang anda demo kan  itu. Demo itu menjadi sia sia jika anda merusak aset negara," lanjut Ridwan Nurazi.


Orang nomor satu di Kampus Unib ini juga sempat menceritakan jikalau di kampus lain mahasiswanya apabila turun aksi, mereka sampai merusak aset negara.

 

"Di beberapa perguruan tinggi lain, mereka (mahasiswa) demo gak hanya demo, menghancurkan leb, melempari gedung rektorat," lanjutnya.

Terkait isu yang beredar bahwa diduga ada 17 Dosen dari Unib yang mengatasnamakan institusinya, Ridwan menyampaikan itu yang menjadi permasalahan ketika ada dosen yang mengatas namakan instansinya.


"Kalau mereka secara pribadi saya pun boleh, dosen yang lain pun boleh. yang tidak boleh itu menggunakan nama unib negatas namakan organisasi Universitas Bengkulu ini untuk menolak RUU KPK," jelasnya.

Tambahnya bahwa Dosen yang terlibat dalam aksi tersebut merupakan dosen baru yang belum memahami betul aturan penggunaan lambang dan tentunya pihaknya akan memberikan peringatan.


"Dosen yang 17 itu karena mereka itu Dosen - dosen baru, mungkin mereka juga belum paham betul aturan penggunaan lambang universitas Bengkulu itu ya tentu kita berikan peringatan  sesuai dengan tingkat kesalahannya," tutup Ridwan.(Cw2)

Facebook comments

Adsense Google Auto Size